Malang Raya (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor SAR Surabaya meningkatkan literasi kebencanaan bagi pelajar melalui penyelenggaraan simulasi bencana alam gempa bumi di SMP Negeri 3 Malang, di Kota Malang, Jawa Timur.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit di Kota Malang, Rabu, mengatakan, dipilihnya SMP Negeri 3 Malang sebagai lokasi penyelenggaraan simulasi karena sekolah tersebut masuk ke dalam proyek percontohan penerapan silabus dan literasi tentang pencarian dan pertolongan atau SAR.
"Inti dari program kami literasi SAR ini adalah bagaimana kami membangun budaya keselamatan secara dini kepada anak-anak sekolah. Saat ini SMP 3 dan SMA 8 Malang menjadi pilot project," kata Nanang.
Menurut dia, literasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini karena akan berdampak pada perkembangan pengetahuan seorang anak tentang langkah dan upaya yang harus diambil ketika terjadi suatu bencana alam.
Melalui cara ini, anak-anak diharapkan bisa menyalurkan pengetahuan yang dia punya kepada orang tua dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Selain untuk pelajar, simulasi tentang bencana alam gempa bumi juga dimanfaatkan oleh Kantor SAR Surabaya untuk memberikan pengetahuan seputar bencana alam kepada guru yang disesuaikan pada pedoman SAR.
"Tentang rencana kontigensi kalau di sekolah terjadi kedaruratan, alur (evakuasi) saat terjadi bencana seperti apa. Itu kami praktikkan semuanya hari ini," ucap dia.
Nanang memastikan pihaknya terus mendampingi para guru dalam menyalurkan pengetahuan kebencanaan kepada para murid.
Bahkan dimungkinkan juga pengetahuan kebencanaan dimasukkan ke dalam muatan lokal maupun kurikulum pendidikan sehingga menjadi mata pelajaran.
"Makanya kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur," ujarnya.
Sementara itu, salah satu murid SMP Negeri 3 Malang Grazielly Mutiara Joeliandri mengatakan simulasi dari Kantor SAR Surabaya menjadi pengalaman berharga karena bertujuan membangun kesadaran dan pemahaman mengenai tata cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain saat terjadi bencana alam.
"Penting sekali ini, saya bisa berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu terjadi gempa bumi. Tadi langsung ikut simulasi menolong orang yang mengalami patah tulang dan pendarahan terkena gempa bumi, diberitahu cara menggendong seperti apa," kata siswi kelas delapan ini.
Pelajar lainnya, bernama Maya menyatakan pola evakuasi perlu untuk ditanamkan kepada para sejak usia dini, karena akan membangun kewaspadaan terhadap potensi dan sinyal terjadinya bencana alam.
"Dikasih tahu bunyi sirine lalu diarahkan sembunyi di bawah meja terus keluar ke tempat yang aman. Tadi dua kali pelaksanaannya," tuturnya.
SAR Surabaya tingkatkan literasi kebencanaan untuk pelajar
Rabu, 17 September 2025 16:42 WIB
Seorang pelajar berperan sebagai regu penyelamat yang merawat tiga korban gempa bumi saat pelaksanaan simulasi bencana alam yang diselenggarakan oleh Kantor SAR Surabaya, di SMP Negeri 3 Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (17/9/2025). ANTARA/Ari Bowo Sucipto
