Blitar (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat jumlah penumpang saat libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Stasiun Blitar, Jawa Timur mencapai 6.154 penumpang atau pada periode 4-7 September 2025.
"Tercatat sebanyak 6.154 penumpang berangkat dan tiba di Stasiun Blitar selama periode libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul, di Blitar, Senin.
Ia mengatakan, dengan jumlah penumpang yang cukup banyak tersebut menunjukkan peran sentral Stasiun Blitar sebagai pintu gerbang utama transportasi kereta api di wilayah Blitar dan sekitarnya.
"Stasiun Blitar menjadi salah satu stasiun favorit bagi para penumpang untuk memulai maupun mengakhiri perjalanannya," katanya.
Selama periode tersebut, kata dia, total okupansi keberangkatan di seluruh wilayah Daop 7 Madiun mencapai 35.101 penumpang atau naik 25 persen dibandingkan minggu sebelumnya, yang sebanyak 28.103 penumpang.
Sementara itu, untuk okupansi kedatangan tercatat sebanyak 33.904 penumpang yang turun di wilayah Daop 7 Madiun atau naik 32 persen dibanding pekan sebelumnya yang sebanyak 25.705 penumpang.
Zainul menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan setia kereta api atas kepercayaannya menggunakan layanan KAI.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” kata dia.
Pihaknya juga terus melakukan berbagai peningkatan fasilitas pelayanan, salah satunya peninggian peron dan overcapping Stasiun Blitar, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat diselesaikan menjelang masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Selain itu, Daop 7 juga tetap mengutamakan keselamatan hingga kenyamanan penumpang di kereta api.
“Dengan berakhirnya masa libur panjang Maulid Nabi, Daop 7 Madiun berharap dapat terus melayani masyarakat dengan menyediakan moda transportasi KA yang terus mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu,” kata Zainul.
