Malang Raya (ANTARA) - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut titik awal beroperasi Bus Trans Jatim di wilayah itu dimulai dari Terminal Hamid Rusdi karena merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
"Terminal Hamid Rusdi kan milik pemerintah provinsi jadi masuknya ke situ," kata Wahyu di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/9).
Wahyu berharap dengan dijadikannya Terminal Hamid Rusdi sebagai simpul utama operasional Bus Trans Jatim diharapkan memberikan efek domino bagi perekonomian, mengingat lokasi itu juga dekat dengan Pasar Gadang.
"Masyarakat nanti bisa mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan layanan transportasi umum terintegrasi," ucapnya.
Wahyu menyampaikan apabila mengacu pada rencana awal yang telah dia terima, maka Bus Trans Jatim mulai dioperasikan oleh Pemprov Jawa Timur pada Oktober 2025.
Sedangkan untuk rute dan halte, Wahyu menyebutkan hal tersebut masih dibahas oleh pemerintah provinsi.
"Kemarin Trans Jatim masuk ke Kota Malang sampai ke Kota Batu, tapi ada usulan se-Malang Raya," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan meski operasional Trans Jatim menjadi wewenang dari Pemprov Jawa Timur, pihaknya tetap membantu kelancaran realisasi dengan melakukan serangkaian persiapan.
Salah satu upaya adalah dengan memastikan informasi perkembangan operasional diterima keseluruhan oleh paguyuban angkutan kota.
"Jadi kami juga memberikan saran," kata dia.
Terkait rute, dia menyatakan belum mendapatkan kepastian hasil pembahasan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim.
"Kalau sudah muncul gambarannya nanti kami diajak mengikuti pembahasan, tapi memang tadinya itu sudah ada cuma terlalu pendek," ujarnya.
Meski demikian, Widjaja memastikan bahwa Pemkot Malang mendukung penuh langkah Pemprov Jatim membuka koridor Trans Jatim di wilayah Kota Malang.
"Pemanfaatan transportasi publik perlu diutamakan, bukan kendaraan pribadi dan sekarang saatnya mewujudkan yang belum ada menjadi ada. Nanti pasti dilakukan review terus," tuturnya.
