Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur memberikan bantuan kepada tujuh orang pedagang yang lapaknya terbakar dalam peristiwa aksi demonstrasi di Polsek Tegalsari, Surabaya pada Sabtu (30/8) malam.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Kamis, mengatakan kepada tujuh orang pedagang yang lapaknya terbakar tersebut, diberi bantuan modal dan tempat usaha sementara di Sentra Wisata Kuliner (SWK).
Ia mengatakan tujuh orang pedagang yang diberi bantuan hari ini mayoritas lapaknya ludes terbakar hingga barang-barangnya dijarah.
"Ini warga Surabaya, kita lihat beliau-beliau ini membuka warung untuk menyambung hidup, menggerakkan ekonomi beliau-beliaunya. Ternyata, pas kejadian tempatnya (warung) beliau dibakar semua, tetapi sebelum dibakar barangnya diambil semua, ini sudah tidak benar. Beliau menyambung hidup, berjuang untuk keluarganya, tetapi diambil barangnya," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi usai bertemu tujuh pedagang di Surabaya.
Wali Kota Eri Cahyadi menyebutkan para pedagang yang terdampak dalam peristiwa aksi massa itu, akan diberi lapak di SWK yang berada di kawasan Kecamatan Tegalsari atau yang berdekatan dengan tempat tinggal para pedagang.
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menerangkan tujuh orang pedagang tersebut berjualan berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari warung kopi (warkop), nasi Padang, Rujak Cingur, Penyetan, dan Chinese Food.
“Nanti akan dikawal oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya sehingga beliau bisa berjualan kembali. Ada yang meminta rombong juga agar mudah mengawasi anaknya, insya Allah kami berikan, yang penting beliau bisa meneruskan perjuangan, menggerakkan ekonomi, dan bisa berjualan kembali,” ujarnya.
Berkaca dari peristiwa ini, Cak Eri menyampaikan kepada seluruh warga Surabaya untuk bersatu menjaga kota ini serta memberikan semangat kepada warga Surabaya untuk tidak takut beraktivitas kembali seperti biasa.
“Saya berharap kepada Arek Surabaya, yang jualan ayo jualan lagi, yang mau cangkruk (nongkrong) ya cangkruk lagi, yang bekerja ya tetap bekerja lagi. Insya Allah Surabaya kondusif, sekarang waktunya Arek Surabaya bangun, dijaga guyub rukunnya,” katanya.
Salah satu pedagang Endah Wahyu Ningsih mengatakan pada malam itu dirinya berada di rumah dan baru tahu pada saat pagi hari, kalau warungnya sudah hangus terbakar.
"Bahkan, peralatan untuk berdagang juga raib tak tersisa," ujarnya.
