Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun kesadaran untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual di transportasi umum termasuk kereta api.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi PT KAI Daop 9 Jember sudah melakukan banyak transformasi dalam pelayanannya termasuk memastikan keamanan penumpang untuk terhindar dari pelecehan seksual.
"Salah satunya KAI memiliki sistem female sit map, di mana penumpang perempuan bisa memilih tempat duduk," ujarnya di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.
Menurut Ipuk, KAI yang telah melakukan langkah nyata pencegahan dengan memberikan fitur keamanan untuk penumpang, khususnya perempuan dengan memilih tempat duduk saat memesan tiket.
Apalagi, menurut dia, kereta api saat ini menjadi salah satu primadona transportasi publik, sehingga pelayanan yang bisa menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang layak menjadi perhatian semua.
"Penanaman kesadaran dan edukasi untuk mencegah perilaku buruk termasuk pelecehan harus dilakukan sejak dini dimulai dari lingkungan keluarga. Masyarakat dan juga perangkat berwenang lainnya harus ikut mendukung," kata Bupati Ipuk.
Sementara itu, Manajer Hukum dan Humas PT KAI DAOP 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan bersama komunitas pecinta kereta api Osing Train Community (OTC) telah melaksanakan kegiatan sarasehan pencegahan kekerasan seksual di Stasiun Banyuwangi Kota, pada Rabu (3/9).
Dalam kegiatan itu, katanya, memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun ruang aman bagi semua, dengan menyoroti aspek hukum, akademisi, dan operasional di lapangan.
Cahyo juga mengajak masyarakat penumpang kereta api untuk aktif melapor jika mengalami atau mengetahui kejadian pelecehan seksual kepada petugas stasiun, kondektur, polisi khusus kereta api (Polsuska) atau melalui media sosial KAI.
"Kami juga memberi sanksi tegas berupa blacklist kepada pelanggan yang terbukti melakukan tindak pelecehan seksual, baik di stasiun maupun di atas kereta api," ucapnya.
