Banyuwangi (ANTARA) - Aliansi mahasiswa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, memilih melakukan dialog untuk menyampaikan aspirasinya kepada eksekutif dan legislatif setempat demi menjaga kondusifitas di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

Organisasi mahasiswa yang terdiri atas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) audiensi bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan jajaran DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi.

 

 

Bupati Ipuk mengapresiasi sikap mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya yang lebih memilih jalur dialog dengan bupati dan dan DPRD setempat.

"Semua ini demi kebaikan Banyuwangi dan masyarakat Banyuwangi. Kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang diusulkan oleh teman-teman semuanya dari kelompok Cipayung Plus ini," katanya.

Ketua PC PMII Banyuwangi Muhammad Haddad Alwi Nasyafiallah mengemukakan langkah ini merupakan sikap intelektual mahasiswa.

"Sebagai organisasi intelektual, kami Cipayung Plus Banyuwangi bersepakat ini adalah cara-cara intelektual yang kami lakukan dan semangat kami menjaga Banyuwangi, kabupaten yang kami cintai," ujarnya.

Aliansi mahasiswa itu menyampaikan 13 tuntutan dan beberapa di antaranya meminta pemerintah pusat mengesahkan RUU Perampasan Aset, reformasi Polri, reformasi birokrasi, menuntut pembatasan periodisasi DPR, penghapusan tunjangan DPR, serta berbagai isu lain di daerah.

Dari 13 tuntutan mahasiswa yang disampaikan secara tertulis itu sebagian bisa langsung dieksekusi di tingkat Banyuwangi, yang beberapa usulan berkaitan dengan pendidikan dan pelayanan publik yang telah berjalan sebelumnya.

Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi I Made Cahyana Negara juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan cara yang elegan. Dia berjanji akan meneruskan tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat.

 

"Kami berkomitmen menindaklanjuti tuntutan mahasiswa, mana yang menjadi bagian kewenangan kami di daerah maupun yang harus diteruskan ke pemerintah pusat," katanya.

Dalam kegiatan audiensi itu, dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo dan Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026