Situbondo (ANTARA) - Aksi solidaritas puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Polres Situbondo, Jawa Timur, berjalan tertib dan kondusif, pada Sabtu.
Dalam orasinya, mereka mengecam keras tindakan oknum anggota Brimob yang mengakibatkan seorang pengemudi ojek online Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa di Jakarta.
"Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata adanya penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan represif aparat keamanan terhadap warga sipil yang memperjuangkan aspirasi," kata koordinator aksi, Riyanto dalam orasinya.
Ia menilai bahwa tindakan oknum Brimob yang menabrak pengemudi ojek online itu tidak manusiawi, dan seharusnya aparat melindungi hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Mereka juga mendesak Kapolri dan jajaran Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas peristiwa tersebut dan mengadili pelaku dan memberikan sanksi tegas secara hukum dan kode etik kepada seluruh oknum yang terlibat.
"Kamu juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum agar tidak ada lagi korban jiwa dalam aksi-aksi demonstrasi di masa mendatang," kata Ketua Umum PMII Cabang Situbondo itu.
Senada juga disampaikan Ketua Umum GMNI Cabang Situbondo Hazril Febriansyah. Ia mendesak pemerintah untuk menjamin perlindungan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai UU 1945 dan Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersolidaritas melawan segala bentuk represifitas negara terhadap rakyat," katanya.
Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menyampaikan apresiasi kepada peserta aksi solidaritas yang dilakukan oleh mahasiswa PMII dan GMNI karena dalam menyampaikan aspirasinya berjalan tertib dan kondusif.
"Kami apresiasi teman-teman mahasiswa melaksanakan aksinya berjalan tertib dan kondusif, tidak sampai terjadi gesekan yang bisa merugikan kedua belah pihak," tuturnya.
Dari pantauan, Kapolres Rezi Dharmawan menemui langsung para mahasiswa yang menggelar aksi solidaritas dan mempersilakan seluruh mahasiswa menyampaikan orasinya secara terbuka.
Di hadapan mahasiswa, Kapolres menyatakan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan diteruskan secara berjenjang ke Polda Jatim hingga Mabes Polri.
Aksi unjuk rasa itu diakhiri dengan tahlil dan doa bersama Kapolres serta jajarannya untuk almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di Jakarta.
