Madiun (ANTARA) - Gelaran "Madiun Carnival tahun 2025" bertema "Harmoni Budaya Nusantara" yang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Madiun, Jawa Timur menjadi wadah untuk mengangkat budaya dan kegiatan ekonomi kreatif daerah.
Wali Kota Madiun Maidi, di Madiun, Senin menilai kegiatan tersebut mampu mendorong sektor ekonomi di Kota Madiun, mulai dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga pelaku ekonomi kreatif, seperti seni, fesyen, kriya, dan jasa lainnya, serta mengenalkan budaya nusantara kepada masyarakat.
"Madiun Carnival 2025 ini ajang wisata budaya yang semua tampil. Banyak masyarakat luar Kota Madiun hadir termasuk turis, alhamdulillah juga datang. Ini wujud Madiun Mendunia seperti slogan kita," ujar Maidi.
Selain mengangkat ekonomi kreatif dan budaya, Madiun Carnival 2025 juga sukses memukau warga Kota Madiun dan sekitarnya, yang datang dan menonton dengan antusias di sepanjang rute karnaval.
Maidi mengaku bangga sekaligus terharu melihat antusiasme peserta maupun masyarakat. Ia berharap Madiun Carnival bisa jadi agenda wisata budaya tahunan yang digelar setiap momentum HUT Kemerdekaan RI.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Forkopimda, OPD, dan semua pihak yang telah tampil luar biasa. Perkembangan seni dan budaya di Kota Madiun semakin pesat, semuanya greget. Kita puas sekali hari ini, karena Madiun Carnival benar-benar diikuti masyarakat dengan antusias," katanya.
Ajang yang digelar Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun tersebut diikuti oleh sebanyak 38 kelompok peserta dari jajaran OPD Pemkot Madiun, lembaga pendidikan, BUMN, instansi dan perusahaan, hingga organisasi masyarakat di Kota Madiun.

Sementara itu, puluhan kelompok peserta memberikan penampilan terbaiknya dalam kegiatan tersebut. Bertema Harmoni Budaya Nusantara, para peserta menyuguhkan konsep berbagai budaya daerah di Tanah Air, diantaranya budaya Jawa Tengah, Banyuwangi, Papua, Bali, seni pencak silat, dan banyak lainnya.
Selain sisi budaya, Madiun Carnival kali juga menjadi ajang untuk mempromosikan wisata buatan PSC Kota Madiun berupa miniatur sejumlah ikon negara, seperti Patung Merlion Singapura, Patung Lyberty, Ka'bah Makkah, Menara Eiffel Paris, Kincir Angin Belanda, dan Jam Big Ben.
Masyarakat antusias mengikuti kegiatan Madiun Carnival 2025 yang dilaksanakan di Pahlawan Street Center (PSC), Jalan Cokroaminoto, Jalan Musi, dan berakhir di Jalan H Agus Salim di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC).
Puluhan ribu pengunjung dari wilayah Madiun dan sekitarnya terpantau memadati jalan protokol yang menjadi rute ajang tersebut.
Madiun Carnival 2025 berlangsung lancar dan meriah yang digelar degan pengamanan petgas Polres Madiun Kota, TNI, Satpol PP, dan Dishub Kota Madiun mulai pukul 13.00 WIB hingga petang.

