Bojonegoro (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bojonegoro, Jawa Timur memusnahkan sebanyak 8,5 juta batang rokok ilegal dari hasil penindakan pada periode Januari hingga Juli 2025.

Kepala Bea Cukai Bojonegoro, Iwan Hermawan, Selasa mengatakan, pemusnahan jutaan rokok ilegal tersebut dilakukan di fasilitas pengelolaan limbah Nathabumi PT SBI Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

"Sejumlah 8.521.924 batang rokok ilegal yang dimusnahkan hari ini dari hasil 30 kali penindakan Bea Cukai Bojonegoro selama Januari sampai Juli 2025," katanya, katanya usai melakukan pemusnahan secara simbolis di halaman kantor Bea Cukai Bojonegoro, Selasa.

Iwan menyampaikan, dari 8,5 juta batang rokok ilegal yang dimusnahkan tersebut diperkirakan total nilai barang mencapai Rp12,6 miliar.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Cukai serta peraturan pelaksanaannya telah berstatus sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan peruntukannya untuk dimusnahkan.

Menurutnya, dengan adanya dukungan para pihak, Bea Cukai Bojonegoro pada 2024, dari target penerimaan negara sebesar Rp3,527 triliun tercapai Rp3,536 triliun atau 100,25 persen dari target yang direncanakan.

Sedangkan hingga 31 Juli 2025 Bea Cukai Bojonegoro mencatat Rp2,153 triliun atau 62,08 persen dari total rencana penerimaan 2025 yang sebesar Rp3,469 triliun.

"Tanpa peran serta semua pihak capaian penerimaan negara tidak bisa terealisasi," terangnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I, Untung Basuki menyampaikan, bahwa pemusnahan rokok ilegal ini merupakan rangkaian proses panjang sejak penindakan terhadap barang rokok ilegal tersebut dilakukan.

Proses tersebut dimulai dari upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal dari Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Gempur Rokok Ilegal.

Setelah melakukan penindakan, barang sitaan itu diproses hingga tahapan ke pengadilan untuk menentukan status BMMN. Kemudian, lanjutnya, setelah hakim memberikan putusan barang tersebut dimusnahkan.

"Kalau barang tersebut ada nilai komersilnya, Bea Cukai bisa memusnahkan, bisa dilelang dan bisa dihibahkan dengan mendapat izin Menteri Keuangan," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026