Situbondo, Jatim (ANTARA) - Manajemen Pabrik Gula Assembagoes, Situbondo, Jawa Timur, mulai mempersiapkan tambahan gudang untuk menampung gula pasir petani yang hingga saat ini terus menumpuk di gudang pabrik gula karena belum laku terjual.
General Manajer PG Assembagoes Situbondo Mulyono di Situbondo, Jatim, Minggu, menyebutkan sejak hampir dua bulan terakhir gula pasir menumpuk di gudang pabrik gula mencapai sekitar 12.000 ton dan 5.600 ton di antaranya milik petani.
"Oleh karena itu, saat ini kami sedang mencari opsi untuk menyewa gudang tambahan di luar pabrik untuk menampung gula yang belum terjual," katanya.
Mulyono mengungkapkan sejak lelang periode ke-9 hingga periode ke-13 belum ada transaksi penjualan atau tidak pedagang yang bersedia membelinya dan diprediksi dalam kurun waktu 10 hari ke depan kapasitas gudang gula akan penuh.
Oleh karena itu, lanjutnya, langkah untuk sewa gudang di luar pabrik gula merupakan bentuk antisipasi karena proses penyediaan gudang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, sehingga harus disiapkan sejak dini.
"Gudang penyimpanan gula tidak bisa disiapkan dalam waktu sehari atau dua hari saja, jadi kami harus mengantisipasi jika terjadi keterlambatan pengambilan gula," kata Mulyono.
Ia menyampaikan bahwa kapasitas gudang yang ada saat ini hanya cukup untuk menampung gula selama 10 hari ke depan, mengingat kapasitas maksimal gudang PG Assembagoes sekitar 22.000 ton, sedangkan produksi harian di PG Assembagoes mencapai 300 hingga 200 ton.
Mulyono menambahkan penumpukan gula pasir di gudang pabrik gula karena gula yang seharusnya sudah terjual justru harus ditampung lebih lama, sehingga melebihi kapasitas pada gudang yang memang dirancang untuk sistem distribusi harian.
"Kalau desain gudang memang diperuntukkan untuk perputaran harian, karena saat ini gula belum terjual, maka kami harus menyiapkan gudang tambahan untuk penyimpanan," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026