Situbondo (ANTARA) - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur bersama komunitas masyarakat serta pelajar bergerak bersama secara serentak menanam 20 ribu bibit pohon pada momentum peringatan Hari Bumi 2026, Rabu. 

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan gerakan penanaman 20 ribu bibit pohon berbagai jenis itu memilih sejumlah titik wilayah yang diidentifikasi rawan terjadi bencana alam banjir dan longsor. 

"Kegiatan ini menjadi bagian dari merawat bumi, apalagi Situbondo sudah beberapa kali dilanda banjir, dan banjir teori paling dasar karena hutannya gundul, maka dari itu penanaman pohon ini jadi bagian ikhtiar kami selain berdoa," ujar dia usai penanaman pohon bersama warga di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Rabu.

Penanaman pohon bertajuk "Situbondo Menanam Pohon Selamatkan Bumi" ini lanjut Rio, merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana berbasis ekosistem, dengan gerakan menanam pohon atau penghijauan di lereng pegunungan termasuk di bantaran sungai.

Dengan penanaman pohon ini, kata dia, diharapkan mampu memperkuat struktur tanah dan sehingga mampu mengurangi risiko bencana longsor dan banjir, serta diharapkan pula mampu meningkatkan daya serap air tanah.

"Selama kepemimpinan saya, gerakan penanaman pohon ini terus berjalan, dan bahkan seterusnya, karena ini soal komitmen kita kepada alam, kecintaan kepada lingkungan dan pandangan ekologis kita," ucap Bupati Rio.

Dia menegaskan bahwa pandangan ekologis atau keseimbangan alam harus tetap ada karena makhluk hidup (manusia) hidup dari alam, sehingga alam perlu dijaga.

"Terpenting lainnya adalah bukan eksploitasi sumber daya alam yang ada akan tetapi bagaimana membuat sumber daya, salah satunya dengan gerakan penanaman pohon ini," tutur Bupati Rio.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo Sandy Hendrayono menambahkan, pemerintah daerah setempat juga telah bekerja sama dengan Perhutani dalam merawat bibit pohon yang sudah ditanam pada hari ini.

"Nanti misal ada bibit pohon yang ditanam ada yang mati, kami akan melakukan penyulaman, kerja sama dengan Perhutani dan masyarakat," katanya.

Sandy menambahkan, gerakan menanam puluhan ribu bibit pohon pada momentum peringatan Hari Bumi Tahun 2026, tersebar di beberapa titik, di antaranya Kecamatan Kendit, Kecamatan Mlandingan, Banyuglugur, termasuk di Jatibanteng.

"Lokasi gerakan penanaman ini tersebar di beberapa titik, dan lokasinya merupakan lereng atau bukit yang gundul dan rawan banjir serta longsor," ujarnya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026