Situbondo (ANTARA) - PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (PT POMI) pada tahun ini merencanakan pembangunan sumur bor melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) membantu penanganan kekurangan air bersih di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Head of Human Capital, Facility and Community (HCFC) PT POMI/Paiton Energy, Rochman Hidayat menyampaikan, saat ini pihaknya masih akan melakukan kajian sebelum melakukan pengeboran di desa yang secara geografis berada di dataran tinggi atau pegunungan tersebut.
"Kami masih akan coba kaji terlebih dahulu, karena Desa Selobanteng ini terletak di dataran cukup tinggi, dan belum tentu berhasil mengeluarkan air, ya masih 50:50," ujar dia saat kegiatan program CSR di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, pada Sabtu.
Rencana pembangunan sumur bor di desa ujung barat Situbondo itu, lanjut Rochman, sebagai upaya membantu penanganan kekurangan air bersih pada musim kemarau panjang, karena selama ini di Desa Selobanteng mengandalkan sumber mata air yang bisa berkurang saat musim kemarau.
Menurut dia, sebelumnya perusahaan yang mengoperasikan PLTU Paiton Unit 3 dan Unit 7&8 Paiton Energy itu juga telah memberikan bantuan tandon air di sekolah dasar(SD) desa setempat.
"Kami juga mengedukasi masyarakat untuk menjaga sumber mata air yang sudah ada dengan terus melakukan penanaman dan konservasi serta lainnya, dan warga juga bisa menampung air hujan yang dapat digunakan ketika musim kemarau," kata Rochman.
Sementara itu, Kepala Desa Selobanteng, Muttaha mengatakan, rencana pembangunan sumur bor melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT POMI itu diharapkan bisa terealisasi.
"Kalau lokasi pembangunan sumur bor direncanakan di Dusun Beringin, tapi masih menunggu hasil kajiannya," katanya.
Desa di pegunungan dengan penduduk sekitar 2.050 jiwa itu, menurut Kades Muttaha, selama ini mengandalkan sumber mata air di pegunungan.
"Tapi ketika musim kemarau panjang tiba, dan sekitar bulan Agustus sumber mata air pegunungan berkurang 40 hingga 50 persen," ujarnya.
Pada Sabtu (18/4), PT POMI juga mengedukasi masyarakat Desa Selobanteng, untuk menampung air hujan dan dimanfaatkan ketika kekurangan air bersih saat musim kemarau panjang.
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026