Sidoarjo - Ratusan buruh Kabupaten Sidoarjo yang tergabung dalam Mejelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PSPMI) demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menolak sistem kerja kontrak. Salah seorang demontran, A Rofiq, Rabu, mengatakan, aksi ini dilakukan karena di Kabupaten Sidoarjo masih ada perusahaan yang memberlakukan sistem kerja kontrak. "Oleh karena itu, melalui forum ini kami meminta kepada pemerintah supaya segera menghapuskan sistem kerja kontrak yang masih diberlakukan saat ini," katanya. Ia mengemukakan, selain meminta penghapusan tenaga kerja kontrak, para buruh juga meminta supaya kesejahteraan para buruh juga ditingkatkan. "Salah satunya yaitu dengan menolak upah murah yang diterapkan di beberapa perusahaan di Sidoarjo," katanya. Sebelum melakukan aksinya, para buruh ini juga sempat melakukan sweeping di beberapa perusahaan di kawasan Gedangan untuk mengajak buruh yang sedang bekerja turun ke jalan. Dalam aksinya para buruh ini juga melakukan aksi blokade jalan di depan Pabrik Maspion 1 sehingga membuat arus lalu lintas yang ada di kawasan tersebut menjadi tersendat. "Kami berharap dengan adanya aksi ini bisa segera direspon oleh pemerintah supaya kesejahteraan para buruh menjadi meningkat," katanya.(*)
Berita Terkait
Pengendara motor meninggal dalam kecelakaan di Surabaya
4 Maret 2026 18:46
RS Kemenkes Surabaya nilai Pola asuh tentukan generasi 2045
4 Maret 2026 18:23
DPKP Surabaya jelaskan kronologi insiden gondola terombang-ambing
2 Maret 2026 19:15
Satu pekerja tewas akibat gondola diterjang angin kencang di Surabaya
2 Maret 2026 16:20
Kunjungan kerja Menteri Sosial di Nganjuk
1 Maret 2026 05:44
KAI Daop 8 ingatkan bahaya ngabuburit di jalur rel
26 Februari 2026 19:20
Pelindo Pelabuhan Tanjung Perak raih penghargaan "zero accident"
26 Februari 2026 18:09
