Situbondo (ANTARA) - Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, menyasar masyarakat nelayan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah dengan menjual beras program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Rabu.
Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa menjelaskan memilih menyasar masyarakat nelayan karena mereka lebih membutuhkan beras medium dengan harga terjangkau tersebut.
"Pada hari pertama kegiatan Gerakan Pangan Murah ini kami melaksanakan dan menyasar masyarakat nelayan dan pesisir di kawasan Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran," kata dia di Situbondo, Rabu.
Secara umum, kata dia, kegiatan Gerakan Pangan Murah dengan menjual beras SPHP bekerja sama dengan Perum Bulog setempat berjalan lancar dan masyarakat nelayan antusias dengan kegiatan itu.
Menurut dia, antusias masyarakat nelayan dan pesisir di kawasan Pelabuhan Kalbut tinggi. Hal itu terbukti, 200 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram habis terjual dalam waktu 15 menit.
"Beras SPHP yang dijual di bawah harga pasaran ini dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir dan nelayan, dan kebetulan saat ini hasil tangkap ikan juga berkurang," kata AKP Gede.
Polres Situbondo berkolaborasi dengan Perum Bulog setempat menyiapkan 20 ton beras program SPHP dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah selama dua hari, pada 13-14 Agustus 2025.
Kegiatan ini untuk memastikan ketersediaan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat serta menstabilkan harga pangan khususnya beras, termasuk sebagai upaya membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Dari 20 ton beras SPHP itu juga disebar ke 17 jajaran polsek dan sejumlah titik keramaian lainnya, sehingga Gerakan Pangan Murah beras medium merata.
