Surabaya (ANTARA) - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko meminta Pemerintah Kota Surabaya bertindak tegas terkait adanya fenomena pengibaran bendera bajak laut One Piece yang marak di beberapa wilayah.
"Jika ditemukan di Surabaya, Pemkot Surabaya harus tegas terkait maraknya bendera One Piece. Jangan sampai Surabaya ikut-ikutan dan mengganggu kondusivitas," kata Yona di Surabaya, Minggu.
Pria yang akrab disapa Cak Yebe ini mengemukakan pengibaran bendera yang bukan simbol resmi negara pada masa perayaan Kemerdekaan RI sangat tidak tepat terlebih jika bendera tersebut disandingkan dengan bendera Merah Putih yang merupakan lambang kedaulatan bangsa.
"Bagaimanapun, bendera Merah Putih adalah simbol negara dan tidak elok jika disandingkan dengan simbol-simbol apapun, terlebih yang mengindikasikan sebuah simbol tentang perlawanan," ujar Cak Yebe.
Cak Yebe juga meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya untuk proaktif memantau potensi pelanggaran simbol kenegaraan karena mempunyai tanggung jawab strategis dalam menjaga nasionalisme serta ketertiban menjelang hari besar kenegaraan.
"Bakesbangpol harus turun tangan jika ada indikasi penyalahgunaan simbol atau bendera yang bisa memicu multitafsir dan gangguan ideologis. Penguatan edukasi soal nasionalisme penting dilakukan, khususnya di kalangan anak muda," katanya.
Selain penindakan, Cak Yebe juga mengimbau agar kampanye dan edukasi publik diperkuat untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air.
Dia menilai, perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum pemersatu bangsa, bukan ajang menunjukkan simbol-simbol fiksi yang tidak relevan.
"Perayaan HUT RI adalah momen refleksi perjuangan bangsa. Jangan sampai ternodai oleh tren budaya populer yang tak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan," katanya.
