Malang Raya (ANTARA) - PT Smelting mendukung terwujudnya peternakan terintegrasi di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, melalui program Sinar Bangsa.
Senior Manager General Affairs PT Smelting Saptohadi Prayetno kepada Sutrisno Abdi di Malang, Minggu, menyampaikan program Sinar Bangsa tidak hanya berkutat di bidang pengembangbiakan sapi unggul tetapi juga pembuatan pakan mandiri dan pengelolaan limbah ternak sapi.
"Program bertitel Sinar Bangsa ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang peternakan yang terintegrasi dan berkelanjutan," kata Saptohadi.
Bentuk dukungan untuk mewujudkan peternakan yang terintegrasi diberikan dalam bentuk ternak sapi, mesin choper, motor tiga roda, mineral pakan ternak serta renovasi kandang ternak modern.
Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat.
"Program ini merupakan program lanjutan konservasi Banteng Jawa dengan sapi kualitas unggulan," ucapnya.
Dia berharap para peternak ke depannya bisa memperoleh nilai tambah dari model peternakan terintegrasi ini, seperti tambahan aset dan penghasilan dari inseminasi buatan yang telah dilakukan pada sapi lokal.
"Potensi nilai ekonomi nya dalam setahun ke depan mencapai Rp 300 juta," ucapnya.
Assistant Department Manager Goverment: External Relations PT Smelting Bouman T. Situmorang menambahkan pengembangan peternakan terintegrasi telah dilakukan sejak tahun 2022.
Program ini menyasar peternak mitra Deradikalisasi binaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan peternak di Kecamatan Turen, Malang.
"Langkah awal program kami siapkan manpower dulu, mereka diberikan pelatihan peternakan modern yang bersih dan bermanfaat tinggi serta produksi pakan mandiri," tutup Bouman.
Di tempat yang sama, Mitra Ternak Deradikalisasi Sutrisno Abdi menjelaskan program Sinar Bangsa dimanfaatkan untuk mengintegrasikan antara peternakan dengan pertanian terpadu wilayah Jabung, Malang.
"Terima kasih kepada PT Smelting dan BNPT yang telah membantunya melalui program Sinar Bangsa ini hingga menjadi mandiri," ujar Sutrisno.
