Pacitan, Jatim (ANTARA) - Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat (SR) Pacitan mulai menempati asrama yang berlokasi di bekas Panti Werdha di Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin.
Para siswa datang diantar langsung oleh orang tua mereka, membawa perlengkapan pribadi dalam tas maupun kardus.
Setibanya di lokasi, para siswa langsung menempati tempat tidur susun yang telah disiapkan pihak sekolah.
Mereka juga mulai beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru dari berbagai wilayah di Pacitan.
Momen haru mewarnai suasana saat sebagian orang tua tak kuasa menahan tangis, merasa terharu dan bersyukur atas kesempatan anak mereka bisa mengenyam pendidikan yang sepenuhnya dibiayai negara.
“Senang sekali bisa masuk di Sekolah Rakyat ini. Bisa ketemu banyak teman baru dari seluruh kecamatan, suasananya juga menyenangkan,” ujar Mustahul Muklas, siswa asal Kecamatan Tegalombo.
Muklas mengaku hanya membawa barang seperlunya karena seluruh kebutuhan sekolah telah ditanggung. "Yang penting bisa belajar," katanya.
Salah satu wali murid, Sukatno, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya program Sekolah Rakyat.
Menurut dia, program ini meringankan beban keluarga, baik dari sisi pembiayaan maupun kebutuhan hidup anak-anak selama berasrama.
"Dengan fasilitas yang lengkap dan bantuan uang saku, program ini sangat membantu," tuturnya.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama jajaran Forkopimda turut meninjau langsung asrama dan fasilitas penunjang lainnya.
Ia memberikan pesan agar seluruh siswa tetap semangat menempuh pendidikan selama tiga tahun ke depan.
"Kami berharap anak-anak fokus belajar dan orang tua terus memberikan semangat dari rumah agar mereka bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik," pungkas Bupati yang akrab disapa Mas Aji.
