Langit bulat, bumi persegi
Seluruh tata letak Kuil Surga adalah perwujudan fisik dari keyakinan dari masyarakat China kuno bahwa langit itu bulat, sementara bumi berbentuk persegi. Konsep ini terlihat jelas dari bentuk tembok pembatas kompleks kuil, di mana bagian utara terlihat melengkung tanpa sudut (melambangkan langit) dan bagian selatan bersudut siku (melambangkan bumi).
Bangunan utamanya seperti ruang berdoa untuk dewa panen (Qiniandian) dan altar melingkar (Huanqiutan), berbentuk lingkaran sempurna dan berdiri di atas pondasi berbentuk persegi. Warna dominan atapnya adalah biru langit yang terbuat dari keramik glasir yang dipilih khusus untuk menyimbolkan surga.
Qiniandian merupakan jantung dari kuil yang ada di kompleks Kuil Surga. Keseluruhan bangunan tiga tingkat setinggi 38 meter ini dibangun dari kayu tanpa menggunakan paku.
Dengan kubah berwarna biru, di dalamnya terdapat 28 pilar kayu raksasa yang menyangga atap. Pilar-pilar ini terbagi menjadi tiga barisan yaitu; 4 pilar di bagian dalam melambangkan 4 musim, 12 pilar tengah melambangkan 12 bulan, dan 12 pilar terluar melambangkan 12 shichen (satuan waktu tradisional China). Di sinilah kaisar berdoa supaya mendapatkan panen melimpah di setiap musim semi .
Bangunan penting lain yang ada di kompleks kuil ini adalah ruang tablet Dewa Langit atau Huangqiongyu. Bangunan bundar ini berbentuk serupa dengan Qiniandian, hanya saja memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Antara Qiniandian dengan Huangqiongyu dihubungkan oleh Danbiqiao (jalanan batu yang menyerupai jembatan) sepanjang 360 meter.
Ruang Huangqiongyu ini menyimpan lempengan suci milik Dewa Langit. Huangqiongyu dikelilingi oleh tembok gema atau Huiyinbi, yang bila seseorang berbisik di satu ujung, suaranya akan terbawa jelas ke ujung di seberangnya, berkat akustik tembok bundar yang sempurna .
Bangunan lain yang tidak kalah penting adalah panggung altar melingkar yang disebut Huanqiutan yang terletak di ujung selatan kompleks. Altar yang terbuat dari batu marmer ini memiliki tiga tingkat dan menjadi lokasi dari puncak ritual solstis di musim dingin.
Desain dari altar ini sangat sarat dengan simbol angka sembilan, mengingat angka sembilan merupakan angka tertinggi dalam bilangan (Yang) dan melambangkan kekaisaran. Setiap tingkat memiliki anak tangga dan pagar marmer berkelipatan sembilan.
