Madiun (ANTARA) - Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur melakukan vaksinasi terhadap ternak ayam yang ada di wilayah itu guna mencegah penularan penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI).
Medik Veteriner Ahli Pertama DKPP Kota Madiun Lailatun Nafisah di Madiun, Jumat, mengatakan pemberian vaksin tersebut menyusul temuan sekitar 80 ekor unggas berupa ayam dan bebek yang mati mendadak milik warga di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
"Menindaklanjuti laporan warga terkait adanya ternak ayam mati mendadak, kami lakukan vaksinasi sekitar 200 unggas, utamanya ayam di area sekitar lokasi temuan kasus," ujar Lailatun kepada wartawan.
Menurutnya, setelah mendapati laporan warga, tim DKPP setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.
"Setelah dilakukan analisa berdasarkan tes PCR dan uji HI atau inhibisi hemaglutinasi, hasilnya diketahui bahwa ayam dan bebek yang mati mendadak di lingkungan tersebut positif terjangkit AI atau flu burung. Untuk itu, kami lakukan vaksinasi terhadap unggas di kawasan sekitar," katanya.
Ia mengatakan bahwa kasus tersebut tercatat sebagai yang pertama di periode tahun 2025. Ia menambahkan bahwa meski kejadian seperti itu jarang terjadi di Kota Madiun, sebaran virus flu burung perlu diwaspadai.
Virus penyebab flu burung, lanjutnya, cenderung lebih mudah menyebar saat musim hujan atau curah hujan dan kelembapan tinggi, terutama jika sinar matahari kurang optimal. Kondisi tersebut juga disebabkan karena kandang ternak yang kurang bersih.
Untuk pencegahan, DKPP fokus melakukan vaksinasi pada ayam, sebagai jenis unggas yang paling rentan terhadap virus flu burung. Tak hanya vaksin, tim DKPP juga memberikan vitamin serta disinfektan untuk meningkatkan imunitas unggas dan menjaga kebersihan lingkungan kandang.
Sebagai langkah antisipasi, lanjutan, DKPP juga meminta masyarakat, khususnya para peternak untuk segera melapor bila terjadi kematian mendadak pada unggas. Pihaknya menilai pelaporan yang cepat akan sangat membantu dalam penanganan dan mencegah penyebaran virus ke ternak unggas lain yang lebih luas.
