Surabaya (ANTARA) - PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE), jaringan ritel elektronik dengan merek dagang UFO Elektronika, mencatatkan kinerja positif pada kuartal I tahun 2025 dan optimistis dapat mencatat pertumbuhan kinerja hingga 10 persen sepanjang tahun ini.
Direktur Utama UFOE, Poedji Harixon, mengungkapkan bahwa pendapatan bersih perseroan pada periode Januari–Maret 2025 mencapai sekitar Rp271 miliar, meningkat dari capaian periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp233 miliar.
"Hingga akhir 2024, pendapatan bersih kami tercatat Rp1,01 triliun atau tumbuh 19 persen dibanding 2023. Kami berharap pada 2025 bisa tumbuh minimal 10 persen dari capaian tahun lalu," ujar Poedji dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Ia menyebutkan sejumlah strategi telah disiapkan untuk mendorong pertumbuhan, antara lain dengan menambah toko cabang di berbagai daerah dan memperluas jaringan gudang.
Saat ini, UFO Elektronika memiliki 23 toko cabang yang tersebar di berbagai kota, dan dalam waktu dekat akan membuka cabang baru di Klaten, Jawa Tengah.
“Lahan untuk toko Klaten sudah kami siapkan. Saat ini tinggal melanjutkan ke tahap pembangunan,” katanya.
Untuk mendukung ekspansi jaringan toko dan gudang, UFOE mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp7 miliar pada tahun ini.
Direktur Operasional UFOE, Henry Budiono, menambahkan bahwa pembangunan gudang baru juga menjadi fokus utama guna menunjang efisiensi logistik perusahaan.
“Saat ini gudang di Gresik sudah beroperasi. Di Madiun masih proses pembelian lahan, sementara gudang di Kediri dan Jember sedang dalam tahap pembangunan,” ujarnya.
Menurut Henry, keberadaan gudang di kota-kota strategis dapat menekan biaya logistik hingga 20 persen dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara keseluruhan.
Selain ekspansi fisik, UFOE juga terus melakukan inovasi dengan memperluas kategori produk seperti IT, gawai, dan barang pecah belah, melengkapi jajaran produk elektronik dan furnitur yang telah ada.
Wakil Direktur UFOE, Cindy Harianto Poedji, menyampaikan bahwa perseroan mengusung strategi penjualan omnichannel, baik secara daring (online) maupun luring (offline), untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
“Penjualan offline kami perkuat melalui pameran elektronik tahunan, sedangkan penjualan online kami maksimalkan melalui marketplace, media sosial, dan layanan WhatsApp,” kata Cindy.
