Pamekasan - DPRD Pamekasan meminta pemkab melakukan pemantauan peredaran elipiji ukuran 3 kilogram, mendekati Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi, Minggu menjelaskan, pemantau distribusi elpiji ukuran 3 kilogram perlu dilakukan, mengingat dalam beberapa hari ini ada laporan dari masyarakat bahwa di sejumlah wilayah kecamatan telah beredar tabung elpiji ukuran 3 kilogram rusak. "Oleh sebab itu, pemkab harus proaktif meninjau peredaran elpiji ukuran 3 kilogram tersebut," ucapnya, menegaskan. Penjualan tabung elpiji rusak ini ditemukan di wilayah Kecamatan Pademawu, Pamekasan, di salah satu toko pengecer elpiji ukuran 3 kilogram. Selain rusak, elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram itu juga diduga kurang dari takaran, karena sangat ringan dan setelah dilakukan pengecekan dengan timbangan, memang kurang dari 3 kilogram. Hosnan meminta, selain tabung elpiji yang karat, yang juga perlu mendapatkan perhatian pemkab ialah harga elpiji yang di pasaran. Saat ini harga eceran elpiji ukuran 3 kilogram ini juga mengalami kenaikan sejak memasuki bulan suci Ramadhan ini. Sebelumnya, harga eceran elpiji ukuran 3 kilogram hanya Rp13.000 per tabung. Namun, sejak Ramadhan menjadi Rp14.000 per tabung. Padahal, harga eceran tertinggi jenis bahan bakar gas yang ditetapkan pemerintah hanya Rp12.750 per tabung.(*)
Berita Terkait
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Jawa Timur
20 jam lalu
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
14 Januari 2026 15:10
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
