Blitar (ANTARA) - Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, menerjunkan 215 personel untuk pengamanan dalam perayaan Jumat Agung di wilayah Kabupaten Blitar.
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman mengemukakan seluruh personel telah disiagakan sejak pagi hari untuk mengamankan gereja-gereja dan lokasi ibadah lainnya yang menjadi pusat kegiatan keagamaan.
“Kami pastikan seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung di Kabupaten Blitar berjalan dalam suasana yang aman dan damai. Polres Blitar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan masyarakat,” katanya di Blitar, Jumat.
Kapolres menegaskan pengamanan dilakukan guna memastikan perayaan Jumat Agung yang dilaksanakan umat Kristiani dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.
Polres Blitar melakukan pengamanan secara terbuka dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Polres Blitar juga melakukan patroli secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Patroli dilakukan ke sejumlah gereja di wilayah hukum kepolisian ini, yang digunakan untuk perayaan Jumat Agung. Lokasi tersebut digunakan Umat Kristiani untuk mengikuti perayaan itu.
Dalam pengamanan tersebut, Polres Blitar juga bekerja sama dengan TNI, pemerintah daerah, serta tokoh-tokoh agama untuk mendukung pelaksanaan perayaan keagamaan yang khidmat dan tertib.
Kapolres berharap, dengan pengamanan yang maksimal ini, umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Jumat Agung dengan penuh kekhusyukan tanpa rasa khawatir.
Jumat Agung merupakan salah satu hari besar dalam tradisi Kristiani yang diperingati untuk mengenang penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Kalvari. Hari suci ini jatuh pada Jumat terakhir sebelum Hari Paskah, dan dikenal pula dengan sebutan Jumat Suci, Jumat Hitam, atau Jumat Agung dan Suci.
Dalam peringatan Jumat Agung, umat Kristiani mengenang peristiwa pengorbanan Yesus yang rela menderita dan wafat di kayu salib sebagai penebus dosa-dosa manusia. Peristiwa ini menjadi puncak dari misi Yesus selama hidup-Nya di dunia, yang menjadikan hari tersebut disebut “Agung”.
Alkitab mencatat bahwa setelah wafat, Yesus dimakamkan, dan pada hari ketiga Ia bangkit dari kematian kebangkitan inilah yang kemudian dirayakan sebagai Hari Paskah, yang jatuh pada hari Minggu.
Paskah sendiri bermakna kebangkitan dan kemenangan, berbeda dengan Jumat Agung yang berfokus pada pengorbanan dan wafat-Nya. Mengacu pada penjelasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat Agung bukan hanya sekadar langkah menuju Paskah.
Sebaliknya, Jumat Agung adalah inti dari Paskah itu sendiri. Sebab, tanpa adanya penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib, tidak akan pernah ada peristiwa kebangkitan yang penuh kemenangan di Hari Paskah.
Karena itu, Jumat Agung menjadi momen refleksi yang mendalam bagi umat Kristiani untuk merenungkan kembali arti kasih, pengorbanan, dan pengampunan yang telah ditunjukkan Yesus melalui sengsara dan wafat-Nya.
Polres Blitar terjunkan 215 personel pengamanan Jumat Agung
Jumat, 18 April 2025 15:45 WIB
Personel dari Polres Blitar ketika berjaga di lokasi gereja dalam perayaan Jumat Agung di wilayah Blitar, Jawa Timur, Jumat (18/4/2025). ANTARA/ HO-Polres Blitar
