Gresik - Ratusan sopir bus jurusan Surabaya-Semarang menolak masuk ke terminal Tambak Oso Wilangun (TOW) karena dianggap terminal yang terletak di Jalan Wilangun, Surabaya itu tidak layak. Salah satu sopir Bus Sinar Mandiri Mulia, Abdul Taufiq (30), Senin mengatakan, ketidaklayakan Terminal TOW terlihat dari kapasitas lokasi terminal yang tidak mampu menampung sebanyak 500 bus jurusan Surabaya-Semarang. Selain itu, lokasi terminal juga jauh dari keramaian, sehingga apabila sejumlah sopir memaksakan diri masuk ke terminal dan menurunkan penumpang, berakibat banyaknya penumpang yang terlantar karena tidak ada angkutan yang mengantarkan ke lokasi lain hingga malam hari. "Memang lokasi terminalnya tidak layak dan tidak mampu menampung semua armada bus, seperti bus jurusan Surabaya-Semarang," dalihnya. Sementara, akibat ratusan sopir menolak masuk Terminal TOW, sejumlah penumpang yang awalnya menunggu bus di Terminal TOW berpindah ke Terimnal Bunder, Kabupaten Gresik. Hal ini diakui Staf Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik yang bertugas di Terminal Bunder, Mawardi. Menurutnya, sejak Senin pagi, penumpang yang awalnya menunggu bus di Terminal TOW, terpaksa berpindah ke Terminal Bunder. "Banyak penumpang yang menggunakan jasa bus di Terminal TOW beralih ke Terminal Bunder, dan sejak pagi tadi mereka memenuhi terminal ini untuk memperoleh bus yang menuju arah pantura, atau Semarang," ucapnya. Mawardi mengatakan, aksi menolak masuk Terminal TOW awalnya juga dipicu dari larangan bus jurusan Semarang-Surabaya untuk beroperasi di terminal itu, dan hanya boleh masuk Terminal Bungurasih dan Bunder. Mawardi mengatakan, pihak Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan sejumlah perwakilan sopir bus jurusan Surabaya-Semarang, kini sedang berkoordinasi membicarakan masalah ini, dan meminta ratusan sopir bus bisa masuk ke Terminal TOW. Sementara salah satu penumpang, Yayuk Ernawati mengatakan, tidak masuknya ratusan bus jurusan Surabaya-Semarang di Terminal TOW membuat sebagian penumpang kecewa, sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya. "Akibat tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sejumlah penumpang terpaksa berpindah ke Terminal Bunder, dan ini menyita waktu," katanya.(*)
Berita Terkait
Forkopimda Gresik mitigasi konflik usai insiden pembacokan
1 Maret 2026 22:45
Polisi perkuat pencegahan pascainsiden pembakaran rumah di Paciran
1 Maret 2026 19:24
Polres Lamongan dalami kasus pembakaran rumah di Paciran
28 Februari 2026 20:05
Polisi tangkap pelaku pembacokan dua pemuda di Gresik
28 Februari 2026 12:07
Gresik Phonska Plus kunci posisi puncak klasemen
27 Februari 2026 05:38
DPRD Gresik perkuat pengawasan demi kualitas UHC
24 Februari 2026 03:32
Praktisi sejarah: Pendekatan historis solusi tata kelola Bengawan Jero
22 Februari 2026 18:56
Petrokimia salurkan bantuan untuk tempat ibadah
20 Februari 2026 14:32
