Gresik (ANTARA) - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik melakukan mitigasi potensi konflik usai insiden pembacokan dua pemuda saat patrol sahur di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Jawa Timur, Sabtu (28/2) dini hari.

Dalam keterangan yang diterima, di Gresik, Minggu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa pemerintah dan kepolisian memperkuat patroli gabungan dan meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta menggandeng tokoh masyarakat untuk meredam potensi gesekan lanjutan.

“Kami sepakat memperkuat koordinasi dan langkah pencegahan agar situasi tetap kondusif serta tidak terjadi konflik lanjutan di tengah masyarakat,” ujarnya usai menjenguk korban di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Ia menambahkan pemerintah daerah setempat juga melakukan pemantauan di wilayah terdampak serta mengintensifkan komunikasi dengan perangkat desa agar peristiwa serupa tidak terulang.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan pihaknya telah menindak pelaku sesuai hukum dan memastikan akan meningkatkan patroli di wilayah rawan.

"Mediasi antara warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah juga sudah kami lakukan. Warga sepakat damai dan komitmen bersama menjaga kekondusifan wilayah,” katanya.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu provokatif maupun ajakan balas dendam di media sosial.

Sebelumnya, insiden yang pembacokan itu membuat dua korban yakni Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka serius dan dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik, sedangkan Moh Ruhul Madani (25) menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Satreskrim Polres Gresik menangkap pelaku berinisial S (45), yang diketahui merupakan warga Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. 

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 468 Ayat (1) atau Pasal 466 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah parang, jaket jeans biru, dan sarung putih.

Pascakejadian, rumah terduga pelaku di Tlogosadang, Kecamatan Paciran, dilaporkan dibakar oleh pihak yang diduga tidak terima atas insiden tersebut.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026