Surabaya (ANTARA) - Pintu Air Wonokromo, penghubung Kali Surabaya dan Kali Mas, kini dilengkapi sistem Internet of Things (IoT) berbasis sensor canggih dan otomatis yang memungkinkan pemantauan real-time dari Command Centre di kantor pusat Perum Jasa Tirta (PJT) I, Malang.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Wilayah Sungai Brantas 3 PJT I Teguh Bayu Aji di Surabaya, Selasa menjelaskan bahwa sistem IoT sensor canggih memungkinkan pengendalian pintu air secara presisi dari ruang kendali.
"Modernisasi ini meningkatkan efisiensi pengelolaan air, terutama dalam merespons perubahan debit air yang cepat, mengurangi risiko human error, dan mengoptimalkan distribusi air," ujarnya.
Sebelumnya, pengoperasian Pintu Air Wonokromo dilakukan manual, memerlukan operator di lokasi kontrol.
Proses manual ini menghadapi tantangan seperti ketepatan pemantauan real-time dan kecepatan respons terhadap perubahan debit air serta cuaca di Surabaya.
Modernisasi Pintu Air Wonokromo meliputi pemasangan sensor pada infrastruktur bendung, termasuk sensor ketinggian elevasi hulu dan hilir, sensor ketinggian bukaan pintu, dan sensor pengaman pintu.
Pemasangan controller berbasis programable logic controller dilakukan untuk kalibrasi, sinkronisasi, dan integrasi sensor ke server. Sistem ini memungkinkan operasi daring atau otomatis sesuai aturan yang ditetapkan.
Supervisor Wilayah Sungai Brantas PJT I, Dwi Mihayanto, mengungkapkan bahwa Pintu Air Wonokromo dibangun sejak 1917 pada masa kolonial Belanda, terletak di percabangan Kali Mas dan Kali Surabaya, Wonokromo, Surabaya.
Rehabilitasi pertama dilakukan pada 1991 oleh Proyek Brantas, mengganti pintu air kayu dengan pintu baja bermotor elektrik.
Pintu Air Wonokromo memiliki dua pintu pengatur dan dua pintu pelayaran, berfungsi mengendalikan banjir di Kali Mas, mengatur debit pemeliharaan sungai, mengatur ketinggian muka air di Kali Surabaya, serta menyediakan air baku untuk PDAM Surabaya dan industri di hilir sungai.
Bayu Aji menambahkan bahwa sistem otomatis berbasis internet ini akan membantu pengendalian banjir.
"Ini adalah langkah strategis PJT I sebagai BUMN pengelola sumber daya air untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan. PJT I, yang kini berusia 35 tahun, akan terus berinovasi untuk menghadirkan solusi cerdas bagi keberlanjutan air di masa depan," katanya.