Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Perum Jasa Tirta (PJT) I memberangkatkan ratusan peserta program mudik gratis 2026 menggunakan 10 unit bus menuju beberapa daerah di Pulau Jawa, Selasa.

"Kami melihat kebutuhan kalau tahun ini bisa meningkat artinya kami bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mengikuti mudik bersama BUMN. Hari ini yang diberangkatkan ada 377 peserta," kata Direktur Utama PJT I Fahmi Hidayat seusai pemberangkatan rombongan peserta Mudik Gratis Bersama Perum Jasa Tirta I di Kota Malang, Jawa Timur.

Fahmi menyampaikan mudik gratis yang diselenggarakan oleh pihaknya mampu menarik animo dari masyarakat. Sebab, selang satu jam setelah dibukanya pendaftaran, kuota yang disediakan langsung habis.

Jumlah peserta program mudik gratis tahun ini yang sebanyak 377 orang, lebih tinggi dibandingkan periode 2025.

Pada agenda tahun lalu masyarakat yang mendaftar dan tercatat sebagai peserta jumlahnya mencapai 317 orang dengan total tujuh bus.

Lalu, pada 2024 jumlah peserta sebanyak 265 orang dengan jumlah tujuh unit bus.

Tahun ini sebanyak 10 bus rombongan peserta diberangkatkan dari dua titik berbeda.

Pertama, dua bus dari Jakarta menuju Solo-Surabaya-Malang. Kedua, dipusatkan di kantor PJT I di Kota Malang menggunakan delapan bus dengan rute Malang-Jakarta, Malang-Bandung, Malang-Ngawi-Madiun-Ponorogo, Malang-Tulungagung-Trenggalek, Malang-Banyuwangi-Jember, Malang-Purwokerto, Malang-Semarang via jalur utara, dan Malang-Semarang via jalur tol tengah.

"Ada jurusan baru yang dibuka, yakni Malang-Ngawi-Madiun-Ponorogo," ujarnya.

Dia menyampaikan pihaknya tak ingin perjalanan mudik yang dinikmati oleh peserta menghadapi kendala.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan mudik gratis ini pihaknya memberikan perhatian terhadap kondisi kelaikan setiap unit angkutan yang digunakan demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta.

"Kami juga meminta peserta memberikan masukan apabila selama perjalanan ada kekurangan. Nanti diinformasikan kepada kami sebagai perbaikan ke depan," ucap dia.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026