Kami meminta masyarakat, terutama pencari ikan, untuk menghindari area hilir
Surabaya (ANTARA) - Perum Jasa Tirta I (PJT I) akan melaksanakan penggelontoran sedimen atau flushing di Bendung Karet Gubeng, Surabaya, guna menjaga keandalan infrastruktur pengairan di aliran Kali Mas, yang dijadwalkan pada Rabu (22/4) malam.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA Wilayah Sungai Brantas 3 PJT I Ariet Setiawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Program Kali Bersih Pemerintah Kota Surabaya.
“Flushing juga dilakukan untuk membantu material karet pada Bendung Karet Gubeng tetap awet dan tidak mudah getas,” kata Ariet di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan, penggelontoran sedimen penting dilakukan karena endapan lumpur dan sampah di hulu bendung dapat membebani material karet jika dibiarkan.
Selain memperpanjang usia teknis bendung, kata dia, pengerukan dan penggelontoran bertujuan meningkatkan kapasitas daya tampung sungai guna mengantisipasi debit air berlebih saat musim hujan.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, perangkat daerah Pemerintah Kota Surabaya, unsur TNI/Polri, hingga BMKG Tanjung Perak.
“Kami mempertimbangkan data pasang surut pelabuhan, kondisi curah hujan, dan mitigasi potensi keramaian. Dengan berbagai pertimbangan teknis, pelaksanaan flushing disepakati dimulai pukul 22.00 WIB dan diharapkan selesai Kamis 23 April dini hari pukul 01.30 WIB,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, rangkaian kegiatan diawali dengan pengkondisian area dan pengambilan sampel kualitas air di hulu dan hilir, dilanjutkan pengaturan debit, pembukaan bendung, pembersihan sedimen, serta pemantauan pascakegiatan di sejumlah titik.
Oleh karena itu, PJT I mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di alur Kali Mas, khususnya di sekitar Bendung Karet Gubeng hingga hilir arah Jembatan Petekan, selama kegiatan berlangsung.
“Kami meminta masyarakat, terutama pencari ikan, untuk menghindari area hilir guna mengantisipasi arus deras dan kondisi licin agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” jelasnya.
Kali Mas diketahui merupakan salah satu dari sekitar 40 anak sungai di Wilayah Sungai Brantas yang membentang sepanjang kurang lebih 13 kilometer dari Pintu Air Wonokromo hingga muara.
Selain sebagai pengendali banjir drainase kota, Kali Mas juga menjadi sarana wisata air yang menjadi ikon Kota Surabaya sehingga keberlanjutan fungsi sungai dan infrastruktur pengairannya menjadi prioritas utama.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026