Tuban - Pertamina memberdayakan masyarakat di empat desa di Kabupaten Tuban melalui program pengelolaan kulit jagung sisa panen menjadi kerajinan bernilai ekonomis tinggi. "Contoh, aneka boneka, tempat tisu, tas alat yoga, dompet, tudung saji, dan beragam hiasan," kata General Manager PT Pertamina Unit Pemasaran Jatim-Balinus, Afandi, disela-sela meresmikan laboratorium komputer SMPN 2 Jenu dan Pemberdayaan Masyarakat Pengolahan Kulit Jagung, di Tuban, Selasa. Dengan kulit jagung yang diolah menjadi barang kerajinan tersebut, jelas dia, kini produk yang dihasilkan oleh masyarakat dapat dipasarkan ke pasar domestik maupun luar negeri. "Untuk pasar asing, produk mereka ada yang dipesan oleh konsumen dari Singapura dan Amerika Serikat," katanya. Program pengelolaan kulit jagung yang termasuk agenda "Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina untuk masyarakat di sekitar Terminal BBM Tuban, sebut dia, dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan untuk sekitar 45 orang dari empat desa. "Puluhan orang ibu yang kami latih berasal dari Desa Mentoso, Remen, Tasikharjo, dan Purworejo dari Kecamatan Jenu," katanya. Sementara itu, pada kesempatan itu Pertamina juga menyerahkan bantuan laboratorium komputer untuk SMPN2 Jenu yang berlokasi dekat dengan Terminal BBM Tuban. "Bantuan ini terdiri dari 17 unit komputer yang siap pakai termasuk mesin pencetak, meja, kursi, dan penambahan daya listrik," katanya. Pada kesempatan tersebut Kepala Sekolah SMPN 2 Jenu Hermien juga menambahkan pihaknya menerima bantuan dari Pertamina berupa pendingin ruangan dan karpet. "Kami yakin dengan upaya itu maka ruangan di SMPN 2 Jenu Tuban menjadi lebih nyaman dibandingkan sebelumnya," katanya. Di samping itu, lanjut dia, para siswa kian termotivasi untuk belajar dan berkompetisi dengan siswa dari sekolah yang memiliki sarana prasarana yang lengkap. Sementara itu, perajin aneka produk pengolahan kulit jagung binaan Pertamina, Patmisari, menyatakan, beragam produk olahan kulit jagung itu dikerjakan secara berkelompok. Setiap kelompok beranggotakan sebanyak 10 orang. Produk kerajinan mereka tidak hanya dipasarkan di dalam negeri tetapi juga sudah diekspor. "Bahkan tas yang kami desain ini juga dipesan oleh masyarakat asal Eropa Jumlahnya sebanyak 150 tas," katanya. (*)
Berita Terkait
Polres Tuban ungkap 55 kasus menonjol selama operasi Pekat
12 Maret 2026 20:12
Tradisi ziarah makam Sunan Bonang di Tuban
11 Maret 2026 06:15
Iktikaf di Masjid Agung Tuban
11 Maret 2026 05:56
Wapres tinjau kebutuhan harga pokok di Tuban
6 Maret 2026 18:05
Wapres Gibran kunjungi Tuban tinjau proyek industri hingga pasar rakyat
6 Maret 2026 15:25
Khofifah salurkan bansos Rp8,35 miliar perkuat ekonomi Tuban
6 Maret 2026 14:27
Khofifah gelar pasar murah untuk kendalikan inflasi di Tuban
5 Maret 2026 22:22
Pejabat utama Polres Tuban tes urine cegah penyalahgunaan narkoba
4 Maret 2026 12:35
