Sumenep - Sekitar 25 aktivis Aliansi Masyarakat Madura Pemerhati Nuklir Daerah Sumenep, Kamis, menggelar aksi damai memperingati tragedi ledakan reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina. "Jangan pernah lupakan tragedi Chernobyl pada 26 April 1986 yang merupakan bencana nuklir terburuk sepanjang sejarah. Tolak pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia," kata orator aksi, Asdani. Aksi damai yang dilakukan aktivis Aliansi Masyarakat Madura Pemerhati Nuklir (AM2PN) Sumenep itu hanya di satu lokasi, yakni di depan Taman Adipura. Sebagian peserta aksi mengenakan kain kafan layaknya pocong sambil membawa poster yang intinya menolak rencana pembangunan PLTN di Indonesia, termasuk di Madura. "Risiko PLTN jauh lebih besar dibanding manfaatnya. Jangan sampai tragedi Chernobyl kembali terjadi," kata koordinator aksi, Syafi'i Arbi. Ia menjelaskan, sebagian rekannya sengaja mengenakan kain kafan layaknya pocong guna mengingatkan warga atas tragedi Chernobyl sekaligus simbol risiko ledakan nuklir. "Kami juga berharap warga Madura dan Indonesia pada umumnya untuk menolak pembangunan PLTN. Dampak buruk PLTN jauh lebih besar dibanding manfaatnya," ucapnya. Selain berorasi, sebagian peserta aksi membagi-bagikan selebaran antinuklir kepada pengguna jalan di depan Taman Adipura. (*)
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
