Magetan - Senjata api Revolver milik Briptu Andhika oknum anggota Polsek Bendo Kepolisian Resor (Polres) Magetan, yang menjadi pelaku penembakan warga Magetan, Jawa Timur, di sebuah kafe setempat, menjadi barang bukti dalam kasus tersebut. "Pistol Revolver tersebut telah disita dan dikirim ke Mapolda Jatim untuk dilakukan uji balistik," ujar Kapolres Magetan AKBP Agus Santosa kepada wartawan seusai menghadiri pemakaman korban M Fauzi, Jumat. Menurut dia, berdasarkan pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh polisi setempat, senjata api milik pelaku tersebut terdapat satu peluru yang hilang atau digunakan. "Kami masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut dengan melibatkan tim dari Polda Jatim. Juga melengkapi barang bukti lain di lokasi, termasuk mencari peluru yang diduga digunakan pelaku untuk menembak korban," kata Kapolres. Hingga kini belum diketahui motif dari pembunuhan tersebut. Pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi masih dilakukan oleh pihak kepolisian. Namun diduga, penembakan tersebut karena permasalahan pribadi. "Untuk motif pembunuhan masuk diselidiki lebih lanjut. Sejauh ini sudah ada tiga saksi yang diperiksa oleh polisi," kata dia. Kapolres menambahkan, oknum polisi ini ditangkap oleh tim gabungan Polda Jatim dan Polres Magetan di rumahnya di Desa Kleco, Kecamatana Bendo, Magetan. Sementara, perwakilan dari keluarga korban mengaku pasrah dengan kejadian tragis ini. Korban M Fauzi meninggalkan seorang istri, Suwarti, yang sedang mengandung anak kedua dan anak pertama mereka, Fany, yang bersekolah di tingkat SD. Keseharian M Fauzi dikenal bekerja serabutan. Namun, terakhir kali diketahui berkecimpung di bidang peminjaman uang atau warga sekitar menyebutnya sebagai pekerja "bank titil". "Pihak keluarga menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada polisi untuk proses hukum terhadap pelaku. Selama ini keluarga tidak tahu tentang hubungan Fauzi dengan pelaku," ujar perwakilan keluarga korban, Indrawan. M Fauzi warga Jalan Lawu, Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan ditemukan tewas dengan luka tembakan di kepala di Kafe 76 yang terdapat di wilayah setempat, Kamis (12/4) malam. Berdasarkan keterangan dari saksi pemilik warung dekat kafe, bagian kepala korban terutama pelipis kiri tampak berdarah dan darah tersebut tercecer hingga melumuri lantai teras belakang kafe. Saat kejadian sekitar pukul 18.30 WIB, kafe tersebut belum buka. Kafe yang sekaligus tempat karaoke tersebut buka pada pukul 20.00 WIB.(*)
Berita Terkait
ANTARA sampaikan siap jadi amplifikator Piala Dunia saat rapat di DPR
28 Januari 2026 13:22
Dirut sebut jadikan ANTARA ekosistem informasi negara saat rapat DPR
28 Januari 2026 12:11
Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global
26 Januari 2026 15:45
Kabiro ANTARA Jatim raih gelar magister di UPNVJT dengan predikat cumlaude
24 Januari 2026 17:21
PM Greenland tidak tahu apa yang disepakati antara Trump dan NATO
23 Januari 2026 10:05
Kirim tim peliputan, ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 Januari 2026 15:50
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
