Renovasi SMP Tri Guna Bhakti meliputi perbaikan tujuh ruang kelas, ruang guru, dan lima toilet, serta pembangunan blok kelas baru berbahan daur ulang dan transformasi kontainer berukuran 40 kaki menjadi perpustakaan sekolah. Proyek ini menjawab kebutuhan mendesak akibat kerusakan yang dialami sekolah tersebut sejak diterjang tornado pada 2020.
CEO Happy Hearts Indonesia, Sylvia Beiwinkler, mengapresiasi program ini. "Renovasi ini lebih dari sekadar perbaikan fisik. Ini memberikan anak-anak lingkungan belajar yang aman dan inspiratif. Kami berterima kasih kepada CMA CGM Foundation atas komitmen mereka terhadap pendidikan dan keberlanjutan," ujarnya.
Senada dengan itu, Michel Azrak, Presiden Direktur CMA CGM Indonesia, menambahkan, "Melalui inisiatif ini, kami mendukung akses pendidikan berkualitas dengan memadukan solusi inovatif yang ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan daur ulang dan pengurangan emisi karbon".
Sebanyak 560 siswa dari jenjang SD hingga SMP kini dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih baik. Proyek ini juga mendaur ulang 1,7 ton plastik dan mengurangi emisi karbon hingga 3,9 ton.
Sekolah kedua dijadwalkan direnovasi pada 2025, sehingga total siswa yang mendapatkan manfaat dari inisiatif ini menjadi 780 orang. Selain renovasi, program pelatihan bagi guru dan staf sekolah juga akan dilaksanakan selama tiga tahun, dengan fokus pada peningkatan keterampilan manajemen dan keuangan untuk keberlanjutan operasional sekolah.
Inisiatif ini juga memberikan dampak positif bagi lebih dari 3.500 anggota masyarakat di sekitar sekolah, dengan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Beroperasi lebih dari 25 tahun di Indonesia, CMA CGM Group mengelola 13 layanan maritim di 25 pelabuhan, didukung oleh CEVA Logistics dan CCIS. Selain mendukung pendidikan, grup ini memiliki sejarah panjang dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan menjalankan program keberlanjutan global.
Pewarta: Hanif NasrullahEditor : Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.