Kediri - Pemerintah Kota Kediri, melakukan pemeriksaan alat ukur di sejumlah SPBU untuk mengetahui kadar toleransi BBM.
"Pemeriksaan ini kami lakukan untuk mengetahui kadar toleransi BBM. Kami ingin memastikan, alat ukur sesuai," kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi (Diperindagtamben) Kota Kediri, Haris Chandra Purnama di Kediri, Rabu.
Haris mengatakan, saat ini bahan bakar di sejumlah SPBU Kota Kediri kosong, padahal permintaan akan bahan bakar di Kota Kediri dari masyarakat baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual masih tinggi. Hal ini sudah terjadi sejak satu pekan terakhir.
Untuk itu, ia mengaku sengaja melakukan pemeriksaan ini. Ia ingin memastikan para pengusaha tidak melakukan kecurangan, dengan memanfaatkan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan oleh pemerintah.
"Kami lakukan cek di mesinnya. Kami ingin memastikan, tidak ada kecurangan," katanya menekankan.
Ia mengakui, ada kemungkinan para pengusaha memanfaatkan isu kenaikan harga BBM itu untuk mengeruk keuntungan. Namun, timnya selalu siap turun ke lapangan, melakukan pemeriksaan.
Bekal yang disiapkan di antaranya dengan menggunakan bejana ukur dan alat penyeimbang lantai. Itu untuk mengetahui kadar toleransi BBM, apakah berkurang atau lebih. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan pada komputer di SPBU, agar bisa terpantau dengan pasti jika ada atau tidaknya kecurangan.
Haris menyebut, selama ini memang belum pernah ditemukan ada kasus pelanggaran. Hanya ada temuan pengurangan takaran di sejumlah SPBU wilayah Kota Kediri, namun masih dalam batas toleransi kurang 1 persen dari 1 liter bahan bakar yang dijual.
Ia juga menegaskan, siap menerjunkan petugasnya ke lapangan untuk rutin melakukan pemeriksaan. Ia berharap, para pengusaha BBM di wilayah Kota Kediri tidak bertindak curang, dengan memanfaatkan berbagai macam isu, demi keuntungan pribadi.
"Kami akan pantau aktif di SPBU. Petugas kami lengkap, jadi kami setiap satu bulan sekali turun ke SPBU untuk melakukan pemantauan," katanya.
Ia juga berharap, adanya kabar kenaikan harga BBM yang rencananya akan dilakukan oleh pemerintah pusat tidak memicu kepanikan di masyarakat. Ia menyebut, saat ini stok BBM di wilayah Kota Kediri masih mencukupi dan aman. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.