Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memastikan keamanan dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) di kabupaten setempat sesuai dengan standar di tengah maraknya isu yang beredar terkait BBM tercampur dengan air.
"Kami ingin masyarakat merasa aman. Bahan bakar yang dijual di Lumajang tetap sesuai standar, dan pemerintah bertanggung jawab menjaga kualitas pelayanan publik," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam keterangannya di Lumajang, Sabtu.
Pemkab Lumajang juga sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pelita dan SPBU Kedungjajang sebagai langkah nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk menjaga kepercayaan publik.
"Sidak tersebut menjadi upaya konkret memastikan keamanan dan kualitas bahan bakar, khususnya Pertalite, yang selama ini menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat," tuturnya.
Dalam pengecekan tersebut, Bupati Indah meninjau tangki penyimpanan, alat ukur dan hasil keluaran dispenser yang hasilnya meyakinkan bahwa tidak ditemukan campuran air dan kualitas Pertalite tetap terjaga sesuai standar.
"Saya menekankan pentingnya masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas sumbernya. Hingga saat ini belum ada laporan resmi dari warga terkait keluhan BBM bercampur air," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kejanggalan atau keluhan, sehingga ketika ada yang mencurigakan, maka segera melaporkan ke pemerintah dan pihaknya akan menindaklanjutinya dengan cepat.
"Sidak itu bukan sekadar pengecekan, tetapi juga menjadi upaya edukasi publik. Pengawasan kualitas BBM bukan hanya tugas pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga transparansi dan mutu layanan energi," ujarnya.
Dengan langkah itu, lanjut dia, warga Lumajang bisa merasa lebih aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari, yakin bahwa kebutuhan energi mereka berada di tangan yang terjaga kualitasnya.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mengatakan bahwa pengawasan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai langkah preventif dan pembinaan karena aparatur pemerintah memberikan arahan dan dukungan agar SPBU tetap profesional, transparan, dan aman bagi konsumen.
"SPBU adalah garda depan pelayanan publik. Pemerintah hadir untuk memastikan kualitas, memberikan bimbingan dan mendukung pelaku usaha agar tetap mematuhi standar yang berlaku," ujarnya.
Seorang petugas SPBU di Lumajang, Vicky Permana mengatakan sidak langsung yang dilakukan Bupati Indah dan tim teknis membuatnya semakin percaya diri bahwa operasional SPBU nya sesuai ketentuan dan menjaga kepercayaan pelanggan.
