Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, melakukan tera ulang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah setempat menjelang arus mudik Lebaran 2026, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna kendaraan. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Moh Ridwan mengemukakan pengawasan difokuskan pada ketepatan takaran bahan bakar di setiap nosel dan selang pengisian, mencakup seluruh produk bahan bakar minyak (BBM).

“Setiap nosel kami uji sebanyak tiga kali menggunakan bejana ukur berkapasitas 20 liter untuk memastikan ketepatan takaran," katanya di Kediri, Jawa Timur, Senin.

Pihaknya melakukan pengawasan dan tera ulang di seluruh SPBU se-Kota Kediri, pada 2-4 Maret 2026. Pada hari pertama, pengawasan difokuskan di wilayah Kecamatan Mojoroto pada SPBU Ahmad Dahlan, SPBU Mojoroto, SPBU Raung, SPBU Tamanan dan SPBU Campurejo. 

"Alhamdulillah, hasil pengujiannya semua sesuai takaran dan menunjukkan kualitas bahan bakar di beberapa SPBU yang diperiksa bagus dan sesuai standar,” ujarnya.

Ridwan mengatakan apabila ditemukan pelanggaran, pihaknya akan memberikan peringatan dan berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk tindak lanjut sesuai kewenangan. 

“Alhamdulillah selama ini di SPBU Kota Kediri tidak ada yang menyalahi aturan, semuanya sesuai takaran. Di samping itu juga belum ada laporan masyarakat yang masuk ke Disperdagin terkait ketidaksesuaian takaran,” kata dia. 

Pihaknya menambahkan kegiatan pengawasan seperti ini akan rutin dan masif dilakukan, terutama menjelang hari besar keagaamaan. 

Hal ini guna memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap akurasi takaran dan kualitas bahan bakar di semua SPBU di Kota Kediri.

Sementara itu,  Pengawas SPBU Mojoroto Agung Setiono mengatakan dengan adanya oengawasan tersebut, diharapkan masyarakat semakin percaya dengan kualitas dan takaran BBM dari tiap-tiap SPBU di wilayah setempat.

“Dengan adanya pengawasan ini, masyarakat semakin percaya terhadap kualitas dan takaran BBM di SPBU,” kata dia. 

Ia mengatakan selama ini pihak manajemen juga melakukan pengawasan serupa secara internal untuk pengecekan kualitas bahan bakar, termasuk ketika musim hujan seperti saat ini.

“Ketika distribusi bahan bakar datang, setiap pagi kami lakukan pengecekan menggunakan alat pengujian seperti hidrometer, termometer dan gelas kaca yang diisi pasta air. Jika terdapat campuran air di bahan bakar maka indikatornya akan berubah warnanya,” kata dia. 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026