Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya memberikan tera timbangan gratis kepada sejumlah pedagang di kota setempat sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus menjaga keadilan bagi pedagang.
Koordinator Sidak Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya Dicky Hermawan di Surabaya, Rabu mengatakan, pelayanan tera merupakan program rutin yang telah berjalan sejak berdirinya UPT Metrologi Legal yang bertujuan memastikan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya berfungsi sesuai standar, sehingga transaksi di pasar berlangsung adil bagi seluruh pihak.
“Metrologi hadir untuk menjaga kepercayaan antara pedagang dan konsumen. Kami memastikan tidak ada yang dirugikan karena ketidaksesuaian ukuran timbangan,” kata Dicky.
Ia menjelaskan, seluruh proses pengujian dilakukan menggunakan anak timbangan standar yang telah dikalibrasi dan tertelusur hingga Direktorat Metrologi di Bandung. Dengan demikian, hasil pengukuran yang dilakukan petugas memiliki jaminan akurasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya memeriksa ketepatan timbangan, tetapi juga langsung melakukan penyesuaian apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Bahkan, Pemkot Surabaya menyiapkan tim reparatur untuk membantu memperbaiki kerusakan ringan pada timbangan tanpa memungut biaya.
“Kalau ditemukan timbangan kurang tepat, kami langsung lakukan perbaikan. Semua layanan ini gratis sehingga pedagang bisa kembali menggunakan timbangan yang akurat,” ujar Dicky.
Menurut Dicky, antusiasme pedagang terhadap program tersebut cukup tinggi. Banyak pedagang datang memeriksakan timbangannya setelah menerima informasi dari pengelola pasar maupun sosialisasi yang dilakukan pemerintah.
“Mereka yang masih melayani pembeli biasanya datang secara bergantian setelah aktivitas jual beli selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelayanan tera tidak hanya menyasar sektor industri dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi juga pedagang kecil di pasar tradisional. Karena itu, kegiatan sidak dan tera terus digelar secara bergilir di seluruh pasar Kota Surabaya sepanjang tahun.
“Banyak yang mengira tera hanya melindungi pembeli. Faktanya, kami juga menemukan timbangan yang hasilnya berlebih sehingga justru merugikan pedagang. Karena itu tera penting bagi kedua belah pihak,” tutur Dicky.
Jadwal sidak dan pelayanan tera telah disusun selama satu tahun dan disosialisasikan melalui berbagai kanal resmi, termasuk kepada kepala pasar dan asosiasi pedagang.
“Bagi pedagang yang berhalangan hadir saat jadwal pasar berlangsung, layanan tera tetap dapat dilakukan di kantor UPT Metrologi Legal Kota Surabaya di Gedung Siola lantai dua,” ujar Dicky.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.