Nganjuk - Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menganjurkan agar JS, warga Desa Senopatik, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang juga guru di SMPN VI Nganjuk untuk tidak mengajar. "Kami mempertimbangkan kondisi psikologis dari Pak JS dan para siswa. Untuk itu, kami anjurkan, dia tidak mengajar dulu, biar nanti yang mengajar guru lainnya," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Nganjuk, Bambang Eko Suharto di Nganjuk, Kamis. JS diduga terlibat dalam kasus pembunuhan berantai oleh Mujianto baru-baru ini yang menelan korban 15 orang termasuk empat yang tewas akibat cemburu buta yang dilakukan pelaku berperilaku seksual menyimpang tersebut. Ia mengaku, pihak dinas belum bisa memberikan keputusan apapun terkait dengan musibah yang menimpa JS. Terlebih lagi, status JS sampai saat ini juga belum jelas, dan masih sebagai saksi. "Kami melihat dan menunggu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika benar, memang dia terlibat, tentunya diproses berdasarkan aturan yang berlaku," ucapnya. Ia berharap, masalah ini tidak berpengaruh serius baik kepada sekolah, anak-anak maupun guru di sekolah tempat JS mengajar. Ia berharap, proses belajar mengajar bisa berjalan seperti biasa. Sementara itu, ketika didatangi SMPN VI Nganjuk, sejumlah guru enggan untuk dimintai konfirmasi. Mereka enggan menjawab pertanyaan para wartawan. Namun, beberapa murid yang ditemui mengaku tidak percaya jika guru mereka, JS terlibat kriminal, bahkan seorang yang mengalami perubahan orientasi seksual alias seorang gay. Budiono, salah seorang siswa kelas delapan di sekolah itu mengatakan guru tersebut mengajar mata pelajaran PPKn. Saat mengajar, ia dengan telaten dan sabar memberi pelajaran pada murid-muridnya. "Kalau mengajar cukup enak. Dia orangnya baik," kata Budiono. Ia juga mengatakan, gurunya itu mengajar sejak dirinya duduk di kelas tujuh. Mata pelajaran yang diajarkan juga sama, PPKn. (*)
Berita Terkait
Dindik Jatim siapkan edaran batasi penggunaan gawai di sekolah
9 Maret 2026 11:52
Kadindik Jatim ajak insan pendidikan perkuat kepedulian sosial Ramadhan
7 Maret 2026 20:18
Dindik Jatim pusatkan MTU di Malang-Batu untuk maksimalkan vokasi
2 Maret 2026 15:10
Jatim Cerdas wujudkan pendidikan berdampak dan merata
22 Februari 2026 16:50
Dindik Jatim gagas Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak
18 Februari 2026 15:16
Khofifah canangkan bebas sampah plastik di sekolah se-Jatim
15 Februari 2026 16:00
Disdik gelar Expo SMK Hebat Jatim 2026 untuk perkuat ekosistem vokasi
12 Februari 2026 22:45
Dindik Jatim dan AJP kuatkan literasi pelajar Malang Raya dan Blitar
4 Februari 2026 18:26
