Teheran (ANTARA/AFP) - Pasukan bersenjata Iran akan mengadakan latihan pertahanan udara selama empat hari mulai Jumat malam untuk bersiap menghadapi "ancaman potensial" terhadap fasilitas-fasilitas nuklir dan pusat-pusat penduduknya, kata pasukan elit Garda Revolusi. Latihan itu telah diumumkan dalam sebuah pernyataan garda, Jumat, di tengah spekulasi yang meningkat mengenai kemungkinan serangan udara Israel terhadap tempat-tempat atom Iran. Republik Islam itu telah mengadakan latihan seperti itu dua atau tiga kali setahun, dengan latihan paling belakangan dilakukan pada September. Garda mengatakan latihan baru itu dimaksudkan untuk bersiap menghadapi "ancaman potensial di angkasa dan khususnya terhadap pusat-pusat penduduk serta fasilitas-fasilitas yang sensitif, penting dan vital", kata kantor berira resmi IRNA. Sistem rudal yang lebih maju, unit radar, artileri pertahanan udara dan pencegat serta jet-jet tempur akan digunakan dalam manuver itu, kata kantor berita itu mengutip penyataan tersebut. Latihan di atas wilayah timur Iran itu juga berusaha untuk mensinkronkan garda dan militer, sementara juga mengadakan percobaan unit-unit pertahanan udara yang dihasilkan di dalam negeri, kata pernyataan tersebut. (*)
Berita Terkait
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 Januari 2026 08:46
Pasca Donald Trump ancam Iran, China harap penyelesaian lewat dialog
24 Januari 2026 11:28
Iran selidiki keterlibatan intelijen asing dalam aksi protes
24 Januari 2026 10:50
PBB berharap tak terjadi eskalasi militer di Iran
24 Januari 2026 08:51
Trump: AS mengirim pasukan besar menuju Iran
23 Januari 2026 09:39
Iran: Ada pihak asing "membajak" unjuk rasa jadi kerusuhan
23 Januari 2026 05:53
Trump peringatkan Iran soal nuklir, isyaratkan aksi militer
22 Januari 2026 17:04
Israel tidak siap, Trump dikabarkan batal serang Iran
19 Januari 2026 15:11
