Madiun - Sebanyak 27.185 bayi berusia kurang dari lima tahun atau balita di Kota Madiun, Jawa Timur, ditargetkan mendapat imunisasi campak dan polio gratis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, dr Agung Sulistya Wardhani, Rabu, mengatakan ribuan balita tersebut akan menerima imunisasi bertepatan dengan program imunisasi pemerintah yang disebut bulan imunisasi tambahan, mulai tanggal 18 Oktober - 18 November 2011. "Imunisasai dilakukan selama satu bulan dari tanggal 18 Oktober hingga 18 November mendatang. Pelaksanaannya akan dilakukan terjadwal di seluruh puskesmas, posyandu, kantor kecamatan, tempat pedidikan anak usia dini (paud), dan taman kanak-kanak yang ada di Kota Madiun," ujar dia kepada wartawan. Data Dinas Kesehatan setempat mencatat, dari 27.185 balita yang menjadi target tersebut, sebanyak 11.948 di antaranya direncanakan akan menerima imunisasi campak dan 15.237 balita lainnya akan menerima imunisasi polio. "Tujuan dari program imunisasi campak dan polio secara gratis untuk balita ini adalah, agar kelak Kota Madiun terbebas dari campak dan polio sesuai dengan program pemerintah pusat untuk menuju anak Indonesia sehat," terang Wardhani. Guna menyukseskan bulan imunisasi ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan kampanye di seluruh Kota Madiun, untuk mengingatkan para ibu agar datang ke puskesmas, posyandu, atau sejumlah tempat yang telah ditunjuk guna memberikan imunisasi kepada bayinya. "Kampaye tersebut kami lakukan dengan menggunakan mobil yang diberi pengeras suara. Mobil tersebut akan berkeliling di seluruh komplek perumahan dan pemukiman penduduk Kota Madiun. Tentu saja hal ini melibatkan petugas kesehatan dari tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan," kata Wardhani. Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan Kota Madiun, Muhammad Samhan, menambahkan, selama ini Kota Madiun nihil kasus polio. Hanya ditemukan dua penderita "Acute Flaccid Paralysis" (AFP), yakni kelumpuhan pada sistem saraf akibat fungsi tidak normal. "AFP bukan disebabkan karena virus polio. Sehingga sejauh ini Kota Madiun belum ditemukan kasus polio. Meski demikian kami terus melakukan antisipasi, salah satunya dengan imunisasi tambahan," ujar Samhan. Sementara untuk kasus campak, di Kota Madiun selama tahun 2011 ini telah ada sekitar 21 kasus dengan nihil kematian. Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun 2010 yang ditemukan 34 kasus. "Karena itu, kami mengimbau kepada para ibu untuk memberi imunisasi kepada bayinya agar nantinya terbebas dari penyakit campak, polio, dan penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi," tutur Samhan. Para ibu juga diminta untuk waspada jika bayinya terserang panas tinggi, batuk, dan pilek, sebab itu merupakan gejala awal polio. Jika tidak segera diobati, beberapa hari setelah itu anak mengalami kaku kuduk, yakni tidak bisa menggerakkan leher dan berakibat kelumpuhan. *
Berita Terkait
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
