Sidoarjo - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) melebarkan tanggul penahan lumpur di titik 21 sampai dengan titik 22 dari empat meter menjadi enam meter untuk mengantisipasi terjadinya luberan lumpur. "Dengan adanya pelebaran nanti, maka tanggul di titik 21 dan titik 22 tersebut menjadi 10 meter," kata Humas BPLS Akhmad Kusairi, Selasa, Ia mengemukakan, dengan ada pelebaran tersebut diharapkan mampu menanggulangi kemungkinan terjadinya luberan lumpur dari kolam penampungan. Pelebaran tanggul tersebut perlu dilakukan karena titik 21 sampai dengan titik 22 tersebut berbatasan langsung dengan rel kereta api dan juga Jalan Raya Porong. Ia menjelaskan, BPLS sendiri saat ini akan terus mengoptimalkan proses pengaliran lumpur ke kolam penampungan di kawasan Kedungbendo. Menurutnya proses penyudetan dan pengaliran lumpur di titik 70 di kawasan Kedungbendo terus dilakukan untuk mengurangi beban di dalam kolam penampungan lumpur Siring. "Kami berharap dengan adanya upaya seperti ini bisa mengurangi beban di kolam penampungan lumpur Siring sehingga tidak membahayakan tanggul penahan lumpur di Siring yang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Porong dan juga rel kereta api," katanya. Ia menjelaskan, upaya lain untuk mengurangi tekanan yang ada di kolam penampungan lumpur Siring yaitu dengan cara mengalirkan lumpur ke Kali Porong. Selain itu, kata dia, BPLS juga tetap melakukan proses peninggian tanggul sepanjang tiga ratus meter mulai dari titik 10 D hingga titik 21 untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya luberan lumpur dari dalam kolam penampungan. Ia menjelaskan, peninggian tanggul dilakukan setinggi satu meter dari ketinggian semula sebelas meter menjadi 12 meter untuk menanggulangi luberan lumpur yang mungkin terjadi. "Selain itu kami juga mengimbau kepada warga untuk tidak naik ke atas tanggul demi keselamatan bersama mengingat saat ini kondisi tanggul sedang dalam keadaan yang kurang bagus," katanya.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026