Malang - Waduk Sengguruh di Kabupaten Malang rata-rata "dialiri" limbah sampah domestik dan industri sekitar 20-30 meter kubik per hari. Kepala Humas Perum Jasa Tirta I Malang Tri Hardjono, di Malang, Minggu, mengakui, limbah sampah yang masuk ke waduk Sengguruh sebanyak 20-30 meter kubik per hari itu mengakibatkan percepatan laju sedimentasi di waduk tersebut. "Sampah yang masuk sebanyak itu terjadi pada musim kemarau. Jika musim hujan bisa mencapai 80 meter kubik per hari, sehingga laju sedimentasi juga semakin cepat," ujarnya. Untuk mengurangi sedimen di beberapa waduk di bawah naungan pengelolaan Perum Jasa Tirta I itu, pihaknya sepanjang tahun selalu melakukan pengerukan dengan mengerahkan beberapa kapal keruk. Berdasarkan data yang diperoleh, tingkat sedimentasi di Waduk Sengguruh rata-rata mencapai 1,28 juta m3/tahun. Sedangkan di Bendungan Sutami atau Karangkates, mencapai 5,43 juta m3/tahun. Selain sampah domestik dan industri, katanya, keberadaan lahan sayur mayur di area perhutani yang ada di Batu, hampir 65 persen diperkirakan sebagai penyumbang sedimentasi terbesar, sebab lokasinya berada di daerah hulu DAS Brantas. Ia menjelasakn, lahan sayur mayur itu sangat mudah dilalui air hujan karena tidak ada tanaman tegakan, apalagi kondisinya yang terus meluas, bahkan lahan Perhutani yang ada di belakang pemandian wisata Selekta Kecamatan Bumiaji juga sudah beralih fungsi menjadi lahan sayur mayur. Lebih lanjut Tri mengatakan, tingginya aliran sampah yang masuk ke waduk Sengguruh yang mencemari air tersebut juga tidak lepas dari kontribusi sekitar 200-250 perusahaan yang membuang limbahnya ke waduk itu. "Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan aliran sampah ke beberapa waduk yang ada di bawah naungan Perum Jasa Tirta I, agar tingkat sedimentasi bisa ditekan," ujarnya. (*)
Berita Terkait
Sampah Waduk Sengguruh Capai 200 M3/Hari
8 Januari 2013 17:44
Menkes: Pemerintah berupaya akselerasi kompetensi dokter spesialis
22 Januari 2026 20:34
Dampak banjir Situbondo
22 Januari 2026 17:55
Pemeriksaan SPPG pascainsiden keracunan masal di Tulungagung
20 Januari 2026 17:05
KPK gelar Safari Keagamaan Antikorupsi di Kemenag Jatim
13 Januari 2026 17:44
