Gresik - Molornya jadwal penyelesaian pembangunan dinding panjat untuk SEA Games 2011 di komplek Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan, merugikan tim Pelatnas panjat tebing karena mereka tidak bisa secepatnya melakukan adaptasi. Pelatih Pelatnas Panjat Tebing, Ronald Novar Mamarimbing, kepada wartawan di Gresik, Jawa Timur, Minggu, mengatakan, pihaknya belum mendapat kepastian soal jadwal selesainya pembangunan dinding panjat yang awalnya ditargetkan selesai Agustus atau September 2011. "Sebagai tuan rumah, kita jelas rugi karena tidak bisa lebih lama mencoba dinding panjat itu. Adaptasi dengan dinding panjat cukup penting bagi para atlet," katanya usai kejuaraan "Semen Gresik Climbing Competition 2011". Mantan atlet nasional itu menjelaskan bahwa setiap dinding panjat memiliki karakter berbeda, terutama titik-titik poin yang harus dipelajari. Selain masalah dinding panjat, lanjut Ronald, para atlet juga perlu melakukan adaptasi cuaca, makanan dan kondisi lingkungan di Palembang. "Secara mental, molornya pembangunan dinding panjat tidak banyak berpengaruh kepada atlet. Hanya saja, keuntungan kita sebagai tuan rumah sedikit berkurang, karena tidak bisa secepatnya beradaptasi," tambahnya. Kendati demikian, Ronald menyatakan optimistis target enam medali emas yang dibebankan KONI Pusat, dari 10 nomor yang dilombakan pada SEA Games 2011, bisa direalisasikan. "Selain dari nomor 'speed' (kecepatan) yang memang menjadi andalan, kami juga membidik medali emas dari nomor 'lead' (rintisan) dan 'boulder' (jalur pendek). Atlet Malaysia dan Singapura menjadi pesaing terkuat bagi Indonesia," ujarnya. Tim Pelatnas SEA Games diperkuat sebanyak 22 atlet utama dan dua atlet cadangan. Sejak beberapa bulan lalu, mereka menjalani pemusatan latihan di Surabaya. Sebagian dari mereka juga telah dikirim mengikuti seri kejuaraan dunia di Italia dan China untuk program uji coba serta pemantapan teknik. Terakhir, sebanyak 15 dari 22 atlet Pelatnas menjajal kemampuan di kejuaraan SGCC 2011 yang berlangsung di Gresik, 23-25 September 2011. Pada kejuaraan yang diikuti sejumlah daerah itu, tim Pelatnas merebut tiga gelar juara melalui Akbar Huda di nomor 'lead' putra dan Ilmawati (lead dan boulder putri). "Kami masih punya satu agenda uji coba terakhir sebelum berlaga di SEA Games, yakni Kejuaraan Indonesia Open X-Games di Palembang pada awal Oktober mendatang. Tapi, dinding panjat yang digunakan untuk even ini bukan yang sekarang sedang dibangun," kata Ronald. Salah satu atlet Pelatnas, Abudzar Yulianto, juga berharap pembangunan dinding panjat untuk SEA Games bisa secepatnya rampung, sehingga para atlet dapat melakukan adaptasi untuk persiapan. "Sebenarnya, waktu satu minggu sudah cukup untuk adaptasi. Tapi, alangkah baiknya kalau kami bisa mencoba dinding panjat itu lebih lama agar persiapan lebih matang," ujar atlet asal Jatim itu.
Berita Terkait
Puslatda Panjat Tebing Berlatih di Bali Sebelum PON
23 Juli 2012 19:49
Jatim Sapu Bersih Gelar "eSGe Climbing Competition"
8 Juli 2012 13:29
200 Atlet Ikuti Kejurnas "ESGE Climbing Competition"
4 Juli 2012 18:42
FPTI Jatim Agendakan Uji Coba ke Luar Negeri
1 Februari 2012 19:54
KONI Jatim Sarankan FPTI Gelar Musprovlub
17 Januari 2012 19:11
FPTI Jatim Puas Pertahankan Gelar Kejurnas Junior
19 Desember 2011 19:46
Ikasi Jatim Maksimalkan "Degen" Putri Hadapi PON
14 Oktober 2011 21:00
Pelatnas SEA Games Ramaikan "SG Climbing Competition"
23 September 2011 13:51
