Sidoarjo - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengoptimalkan proses pengaliran Lumpur Lapindo ke kolam penampungan di Kedungbendo, menyusul terjadinya longsoran lumpur di kolam penampungan Siring. Humas BPLS Akhmad Kusairi, Senin mengatakan, saat ini proses penyudetan dan pengaliran lumpur di titik 70 di kawasan Kedungbendo terus dilakukan, untuk mengurangi beban di dalam kolam penampungan lumpur Siring. "Kami berharap dengan adanya upaya seperti ini bisa mengurangi beban di kolam penampungan lumpur Siring, sehingga tidak membahayakan tanggul penahan lumpur di Siring yang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Porong dan juga rel kereta api," paparnya. Ia mengemukakan, saat ini upaya lain untuk mengurangi tekanan yang ada di kolam penampungan lumpur Siring yaitu dengan cara mengalirkan lumpur ke Kali Porong. Selain itu, BPLS juga tetap melakukan proses peninggian tanggul sepanjang tiga ratus meter mulai dari titik 10 D hingga titik 21, untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya luberan lumpur dari dalam kolam penampungan. "Kami juga mengerahkan tiga alat berat seperti eskavator untuk melakukan peninggian tanggul pascaterjadinya longsoran lumpur di dalam kolam penampungan," ucapnya. Ia menyebut, alat berat tersebut digunakan untuk melakukan peninggian tanggul di kawasan Siring supaya tidak terjadi luberan lumpur dari dalam tanggul. "Tiga alat berat tersebut bisa ditambah tergantung dari kondisi di lapangan terkait dengan peninggian tanggul tersebut," tuturnya. Ia menjelaskan, peninggian tanggul dilakukan setinggi satu meter dari ketinggian semula sebelas meter menjadi 12 meter, untuk menanggulangi luberan lumpur yang mungkin terjadi. "Selain itu, kami juga mengimbau kepada warga untuk tidak naik ke atas tanggul demi keselamatan bersama mengingat saat ini kondisi tanggul sedang dalam keadaan yang kurang bagus," katanya.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026