Bekasi - Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta, menilai pemberlakuan moratorium terhadap Pegawai Negeri Sipil idealnya diterapkan minimal hingga 2014. "Kalau moratorium cuma diberlakukan satu atau dua tahun tidak akan terlihat dampaknya. Idealnya minimal sampai 2014," kata politisi PKS itu dalam acara silaturahmi bersama wartawan di Bekasi, Sabtu (17/9) malam. Ia mengatakan, batas waktu penerapan moratorium tersebut wajar dilakukan, mengingat mayoritas instansi pemerintahan yang terlalu dipadati pegawai dengan jumlah yang relatif tidak berimbang dengan beban tanggung jawab. "Pemerintah kita terlalu 'berlemak' sehingga gemuk, jadi gerakannya lambat," ujarnya. Menurut dia, kondisi itu dinilai terlalu membebani keuangan negara yang dikeluarkan untuk membayar gaji pegawai di tengah kebutuhan masyarakat yang perlu diprioritaskan. "Pengeluaran ideal belanja pegawai kita adalah 20 hingga 30 persen saja. Tapi kenyataan saat ini jauh dari angka itu," katanya. Ia menyatakan, alokasi belanja pegawai pemerintah saat ini sudah tidak sehat karena tidak seimbang dengan pemasukan keuangan negara. Sebagai gambaran, kata dia, total warga yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat ini berjumlah sekitar 20 juta orang dan yang mengembalikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Wajib Pajak hanya berkisar delapan juta orang. "Itu pun mayoritas laporannya ada, tapi tidak bayar pajak. Paling hanya sekitar tiga juta wajib pajak saja yang taat," katanya. Ia mengatakan, kebocoran belanja pegawai di instansi pemerintah terjadi saat sejumlah daerah mengalami pemekaran dengan pembayarannya dilakukan langsung oleh pemerintah pusat. "Pensiun dini bisa menjadi salah satu solusinya," demikian Anis.
Berita Terkait
Indonesia positioned to lead Muslim world, deputy FM says
27 Februari 2025 21:45
Wamenlu sebut Indonesia berpeluang memimpin di dunia Islam
27 Februari 2025 16:57
No plans to relocate Palestinians to Indonesia: deputy minister
23 Januari 2025 15:34
Indonesia serukan konsensus politik di Suriah usai rezim Assad jatuh
10 Desember 2024 10:41
Wamenlu Anis Matta jadikan isu Palestina fokus kerja utama
22 Oktober 2024 17:39
Anis Matta sambangi ibu hamil di Waru Sidoarjo
9 Desember 2023 20:27
Partai Gelora resmi dukung Prabowo Subianto maju Pilpres 2024
2 September 2023 12:28
Anis Matta - Fahri Hamzah disebut-sebut dirikan Partai Gelora
10 September 2019 11:24
