Magetan - Jumlah penderita diare dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di wilayah Kabupaten Magetan memasuki musim kering tahun 2011 tergolong tinggi. Data Dinas Kesehatan Magetan mencatat, sejak memasuki musim kering bulan Juli lalu, jumlah penderita penyakit diare mencapai 1.795 orang. Sedangkan, penderita diare pada bulan Agustus mencapai 1.716 orang. "Meski tinggi, namun trennya cenderung menurun. Hal ini karena masyarakat Magetan telah memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya," ujar Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan Magetan, Sugeng Raharjo, Jumat. Hal yang sama terjadi untuk jumlah penderita ISPA. Data Dinas Kesehatan setempat mencatat, jumlah penderita ISPA yang disertai pneumonia mencapai 56 orang dan ISPA non-pneumonia mencapai 2.011 orang. Pada bulan Agustus, jumlah penderita ISPA yang disertai pneumonia mencapai 54 orang dan ISPA non-pneumonia mencapai 1.805 orang. Menurut dia, masih adanya serangan penyakit diare dipengaruhi oleh buruknya kebersihan dan pola makan masyarakat yang rata-rata berasal dari kalangan kurang mampu ini. Karena itu, pihaknya akan gencar memberikan penyuluhan melalui puskesmas masing-masing untuk menerapkan hidup dengan pola sehat. Pihaknya juga mengimbau agar seluruh warga di Kabupaten Magetan dapat menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. "Saya berharap agar semua penyakit yang disebabkan karena cuaca, baik kemarau maupun hujan dapat menurun. Hal ini bisa dicapai jika masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat di tempat tinggalnya," kata Sugeng. Sementara, Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, Trimo, mengatakan, jumlah pasien penyakit yang disebabkan oleh cuaca kering masih minim. "Dari awal September hingga pertengahan, RSUD Caruban hanya merawat sebanyak lima pasien penyakit ISPA. Jumlah ini tergolong minim," ujar Trimo. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Madiun untuk menjaga kesehatan selama musim kering berlangsung. Selain ancaman penyakit ISPA dan diare, penyakit demam berdarah juga perlu diwaspadai.
Berita Terkait
Kantor Berita ANTARA dorong pembinaan pers mahasiswa
8 Februari 2026 04:30
ANTARA soroti pentingnya big data dalam diseminasi informasi
7 Februari 2026 12:48
LKBN ANTARA tingkatkan kapasitas wartawan melalui UKW
6 Februari 2026 10:06
Kementerian Imigrasi dan ANTARA perkuat kerja sama imigrasi dan pemasyarakatan
5 Februari 2026 20:37
Kemenimipas dorong ANTARA bangun jaringan pemberitaan global
5 Februari 2026 20:33
ANTARA berkomitmen jadi mitra utama TVRI gelorakan Piala Dunia 2026
3 Februari 2026 21:30
KSP dukung Kantor Berita ANTARA sebagai ekosistem narasi utama pemerintah
3 Februari 2026 18:32
