Malang - Saham Persema ditawarkan ke publik menjelang bergulirnya musim kompetisi profesional level tertinggi 2011-2012.
"CEO" Persema Didied Poernawan Affandi, Rabu, mengakui, kalau melihat dana yang dibutuhkan jelang kompetisi liga level tertinggi di Indonesia, manajemen siap menjual saham Persema Malang ke publik.
"Konsekuensi menjadi sebuah klub profesional, maka harus siap segalanya terutama dana, sehingga jalan yang bisa ditempuh memang harus siap go publik seperti klub-klub di Eropa," tegasnya.
Jika ada warga Malang atau siapapun yang ingin memiliki Persema, kata PD II Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) itu, pihaknya sangat terbuka dan dipersilahkan, karena Persema ke depan memang harus go publik.
Didied mengakui, tujuan penawaran Persema kepada publik agar tim berjuluk Laskar Ken Arok itu bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada pihak ketiga, termasuk konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI).
Selama ini, lanjutnya, Persema masih bergantung pada pihak ketiga, bahkan sebelum bergabung dengan LPI, pendanaannya disokong dari APBD Kota Malang.
Keinginan untuk menjual saham Persema, tegas Didied, memang diharapkan oleh pihak konsorsium LPI, agar klub bisa membuka diri dari pihak luar. "Yang pasti, siapa saja yang ingin membeli saham Persema, silahkan mengajukan penawaran ke manajemen," ujarnya.
Hanya saja, untuk nominal harga per saham yang bakal ditawarkan ke publik masih belum dirumuskan secara detail.
Untuk mengarungi musim kompetisi 2011-2012 Persema dikucuri dana dari konsorsium sekitar Rp20 miliar dan Rp10 miliar diantaranya untuk belanja pemain, padahal pelatih Persema Timo Scuenemann membidik beberapa pemain penghuni tim nasional (timnas) seperti Achmad Bustomi dan Zulkifli Syukur.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.