Budi daya bawang merah di musim kemarau

  • Senin, 14 September 2026 20:16

Petani membersihkan gulma yang tumbuh di antara tanaman bawang merah di lahan pertaniannya di Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Petani setempat memanfaatkan musim kemarau untuk mengembangkan budi daya bawang merah guna mengoptimalkan hasil panen meski harga komoditas tersebut di tingkat petani saat ini turun dari sekitar Rp25 ribu menjadi Rp13 ribuan per kilogram, dengan harapan memperoleh keuntungan dan harga lebih baik saat panen raya dua bulan mendatang. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Petani membersihkan gulma yang tumbuh di antara tanaman bawang merah di lahan pertaniannya di Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Petani setempat memanfaatkan musim kemarau untuk mengembangkan budi daya bawang merah guna mengoptimalkan hasil panen meski harga komoditas tersebut di tingkat petani saat ini turun dari sekitar Rp25 ribu menjadi Rp13 ribuan per kilogram, dengan harapan memperoleh keuntungan dan harga lebih baik saat panen raya dua bulan mendatang. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Petani menyemprotkan air melalui jaringan pipa sistem smart farming pada tanaman bawang merah di lahan pertaniannya di Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Petani setempat memanfaatkan musim kemarau untuk mengembangkan budi daya bawang merah guna mengoptimalkan hasil panen meski harga komoditas tersebut di tingkat petani saat ini turun dari sekitar Rp25 ribu menjadi Rp13 ribuan per kilogram, dengan harapan memperoleh keuntungan dan harga lebih baik saat panen raya dua bulan mendatang. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Petani menyemprotkan pestisida pada tanaman bawang merah di lahan pertaniannya di Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Petani setempat memanfaatkan musim kemarau untuk mengembangkan budi daya bawang merah guna mengoptimalkan hasil panen meski harga komoditas tersebut di tingkat petani saat ini turun dari sekitar Rp25 ribu menjadi Rp13 ribuan per kilogram, dengan harapan memperoleh keuntungan dan harga lebih baik saat panen raya dua bulan mendatang. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Berita Terkait