Polisi tangani nenek meninggal terbakar saat bakar daun di Tulungagung
- 7 jam lalu
Pekerja mengemas aneka kerajinan batu marmer di sentra Industri Kecil Menengah (IKM) marmer Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Kenaikan biaya produksi akibat menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan naiknya harga energi mendorong pelaku usaha menyesuaikan harga jual produk dari kisaran Rp25 ribu-Rp130 ribu menjadi Rp35 ribu-Rp150 ribu per unit, namun aktivitas produksi tetap dipertahankan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor ke Eropa, Amerika Serikat, dan China. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.
Pekerja menggergaji batu marmer menjadi potongan berukuran tertentu untuk diolah menjadi berbagai kerajinan marmer berorientasi ekspor di sentra Industri Kecil Menengah (IKM) marmer Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Kenaikan biaya produksi akibat menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan naiknya harga energi mendorong pelaku usaha menyesuaikan harga jual produk marmer dari kisaran Rp25 ribu-Rp130 ribu menjadi Rp35 ribu-Rp150 ribu per unit, namun aktivitas produksi tetap dipertahankan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor ke Eropa, Amerika Serikat, dan China. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.
Pekerja membuat motif pada produk kerajinan mangkuk buah berbahan batu marmer di sentra Industri Kecil Menengah (IKM) marmer Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Kenaikan biaya produksi akibat menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan naiknya harga energi mendorong pelaku usaha menyesuaikan harga jual produk dari kisaran Rp25 ribu-Rp130 ribu menjadi Rp35 ribu-Rp150 ribu per unit, namun aktivitas produksi tetap dipertahankan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor ke Eropa, Amerika Serikat, dan China. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.