Ngawi - Pesanan kue kering di sejumlah usaha atau industri rumah tangga pembuatan roti di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meningkat signifikan jelang Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah .
Hal ini dialami oleh industri rumah tangga pembuatan roti "Sis" di Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, yang dimiliki oleh Ibu Siswati.
"Pesanan roti kering berbagai jenis meningkat hingga 100 persen pada jelang Lebaran kali ini dibandingkan dengan hari biasa. Kebanyakan mereka telah pesan dua minggu sebelumnya sebagai persiapan merayakan Lebaran bersama keluarga," ujar Siswati kepada wartawan, Jumat.
Ia menuturkan, pada hari biasa, pesanan roti kering dengan berbagai jenis di tempat usahanya hanya mencapai 1.500 hingga 2.000 biji roti setiap bulannya. Namun, sejak dua pekan terakhir ini telah meningkat hingga 4.000 lebih biji roti kering.
Adapun jenis roti kering tersebut bermacam-macam, seperti nastar, kastangels, putri salju, semprit, dan jenis-jenis lainnya. Order ini masih ditambah dengan order roti atau kue untuk takjil selama bulan Ramadhan berlangsung.
"Sejak hari pertama puasa, pesanan takjil juga terus meningkat dari hari ke hari. Hingga sekarang pesanan kue takjil telah mencapai 100 item kue lebih setiap hari selama Ramadhan," tutur Siswati.
Menurut dia, para pemesan kue atau roti keringnya ini berasal dari berbagai kalangan. Ada yang dari lembaga tertentu yang memesan untuk parsel, namun ada juga pemesan dari kalangan pedagang eceran di sejumlah wilayah Ngawi maupun Magetan. Roti-roti tersebut biasanya dijual kembali dan lumayan diminati oleh masyarakat.
"Ada juga pesanan yang dilakukan oleh perorangan atau individu. Sekarang ini banyak orang yang tidak mau repot membuat roti kering untuk lebaran. Mereka ingin praktis dan cepat dengan membeli di toko atau pesan langsung ke pembuatnya," terang Siswati.
Naiknya pemesanan ini dimanfaatkan oleh Siswati untuk menaikkan harga jual sejumlah roti kerignya. Kenaikan harga tersebut bervariasi, tergantung dari jenis roti yang dipilih.
"Kenaikan harga jual ini selain dipengaruhi oleh tingginya permintaan, juga disebabkan karena naiknya sejumlah bahan baku untuk membuat kue. Di antaranya adalah, telur ayam dan gula pasir," terang Siswati.
Rata-rata ia mematok harga Rp25.000 untuk toples ukuran kecil. Harga ini naik dari biasanya yang mencapai Rp20.000 per toples kecil. Sedangkan ukuran sedang, naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per toples, dan ukuran besar bisa mencapai Rp50.000 hingga Rp75.000 tergantung dari jenis roti yang diinginkan.
Dengan dibantu anak dan sejumlah karyawannya, Siswati terus membuat kue dan roti kering untuk Ramadhan dan persiapan Lebaran. Usaha yang telah digeluti selama bertahun-tahun ini mengalami puncak pesanan saat Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Natal.
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026