Madiun - Fosil hewan dan manusia purba ditemukan di Situs Kedungbrubus, Dusun Kedungbrubus, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang berada di areal Waduk Kedungbrubus. Sejumlah fosil ini ditemukan oleh tim eskavasi dari Badan Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, yang melakukan penggalian di wilayah setempat sejak tanggal 21 Juli 2011. "Setidaknya sudah ada 10-11 fragmen atau potongan fosil hewan dan manusia purba yang diduga berusia 700 hingga 800 ribu tahun yang lalu," ujar Ketua Tim Eskavasi BPSMP Sangiran Ilham Abdullah, Rabu. Sejumlah fosil tersebut, di antaranya paha binatang dari "genus stegedon" atau gajah purba, gigi, dan tulang rusuk "rhinoceros" atau badak purba, "plastron" atau tulang tempurung bawah kura-kura purba, serta gigi dan tulang paha hewan "genus bovidae" atau kerbau purba. Selain fosil hewan purba, tim juga menemukan arkeolog gigi yang diduga gigi manusia purba. Menurut Ilham, eskavasi atau penggalian yang dilakukan timnya ini, didasarkan atas studi pustaka dan sejumlah penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (PPPG) Bandung. Dalam studi pustaka itu, tim menemukan bahwa fosil pertama yang ditemukan di Indonesia sebenarnya bukan di Trinil, Ngawi, tapi di Kedungbrubus, yaitu pada tahun 1890 oleh Eugene Dubois dari Belanda. Sedangkan temuan yang di Trinil terjadi pada tahun 1891. Karena dirilis lebih dulu, maka Trinil menjadi lebih terkenal dibandingkan Situs Kedungbrubus. "Karena itulah, saat ini, kami berusaha membuktikan bahwa di Kedungbrubus juga terdapat fosil-fosil hewan dan manusia purba. Apalagi, dalam berbagai literatur, Situs Kedungbrubus menjadi salah satu lokasi yang sering disebut dan diteliti," terang Ilham. Setelah meneliti karakter lapisan tanah di lokasi, tim memutuskan menggali empat titik areal yang diduga menyimpan peninggalan prasejarah. Dalam sepekan terakhir, tim telah menggali di empat titik dengan kedalaman 1-4 meter, dan menemukan sejumlah fosil tersebut. Ilham menambahkan, pada eskavasi kali ini, timnya berjumlah sekitar 23 orang yang terdiri dari enam arkeolog dalam negeri dan para peneliti di bidang geologi, biologi, kimia, geografi, serta sejumlah tenaga teknis penggalian. Tim berasal dari beberapa lembaga, akademisi, dan mahasiswa. Hasil penelitiannya menyebutkan, tipe lapisan tanah terdiri dari tanah berpasir, tanah bergamping, dan lempung. Lapisan seperti ini menunjukkan bahwa endapan lapisan tanah terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama. Diperkirakan endapan terjadi selama 700-800 ribu tahun.
Berita Terkait
ANTARA sampaikan siap jadi amplifikator Piala Dunia saat rapat di DPR
28 Januari 2026 13:22
Dirut sebut jadikan ANTARA ekosistem informasi negara saat rapat DPR
28 Januari 2026 12:11
Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global
26 Januari 2026 15:45
Kabiro ANTARA Jatim raih gelar magister di UPNVJT dengan predikat cumlaude
24 Januari 2026 17:21
PM Greenland tidak tahu apa yang disepakati antara Trump dan NATO
23 Januari 2026 10:05
Kirim tim peliputan, ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 Januari 2026 15:50
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
