Saat ini Pemprov Jatim sedang melakukan kordinasi teknis potensi pengembangan di negara tersebut
Pemprov Jatim (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat transaksi Rp48,68 miliar dari misi dagang dan investasi di Kuala Lumpur, Malaysia, pada transaksi yang berlangsung mulai pukul 10.00 - 18.00 waktu setempat, Senin. 

"Kami berharap setelah misi dagang ini bisa terus berkolaborasi dan menjajaki berbagai komoditas unggulan dari Jatim dan Malaysia khususnya Kuala Lumpur," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Senin malam.
 
Menurut dia, misi dagang di Malaysia memiliki nilai yang sangat strategis, salah satunya nilai ekspor nonmigas Jatim ke negeri Jiran mencapai 1.599,43 juta dolar AS. Angka tersebut naik 25,40 persen dibanding periode sama sebelumnya. 

Kontribusi PDRB Jatim untuk nasional mencapai 14,36 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi non migas hingga triwulan ketiga mencapai 6,13 persen.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut menyatakan sektor industri, perdagangan dan pertanian Jatim turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami mengapresiasi antusiasme peserta misi dagang. Tercatat ada 100 pengusaha yang menghadiri kegiatan misi dagang. Sebanyak 62 orang di antaranya merupakan pebisnis Malaysia," ucapnya.

Sementara itu, minat pengusaha Malaysia terhadap kegiatan misi dagang terbilang cukup tinggi, bahkan ada pengusaha pusat perbelanjaan dan mal yang berkeinginan satu blok miliknya diisi produk asal Jatim.

Selain itu, ada tindak lanjut berupa peninjauan market visit ke lokasi tersebut. 

Keseluruhan transaksi misi dagang di Malaysia tercatat berasal dari sejumlah komoditi utama seperti rempah-rempah, garmen, kopi, kerupuk, sambal olahan, popcorn, mi kering dan multiproduk. Permintaan yang cukup banyak salah satunya yakni Batik Gedog Tuban.

Khofifah memastikan upaya untuk mendorong perdagangan luar negeri akan senantiasa digencarkan, meski perdagangan dalam negeri seperti ekspor antarprovinsi juga harus tetap diperhatikan. 

"Ke depan sudah ada permintaan dari Duta Besar RI di Jepang. Saat ini Pemprov Jatim sedang melakukan kordinasi teknis potensi pengembangan di negara tersebut. Selain itu juga ada permintaan dari Tiongkok," katanya. 

Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2026